, , ,

PLN Hadirkan Solusi Penanganan Sampah bagi Balikpapan

Posted by

Balikpapan, Petrominer – Kota Balikpapan kini punya solusi dari permasalahan timbunan sampah. Hal ini ditandai dengan keberhasilan pengolahan lebih dari 50 ton sampah per bulan menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Manggar, Balikpapan.

Selanjutnya, BBJP ini dikirim ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Teluk Balikpapan untuk campuran batubara sebagai bahan bakar pembangkit listrik tersebut. Sebagai material substitusi batubara, PLN memanfaatkannya dengan komposisi BBJP dan sampah sebesar 97:3.

“Penggunaan BBJP akan meningkatkan ekonomi kerakyatan serta membantu menurunkan emisi dari PLTU Balikpapan. Hal ini sejalan dengan target PLN mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada tahun 2060,” ujar General Manager  PLN Unit Induk Pembangkitan dan Penyaluran (PLN UIKL) Kalimantan, Daniel Eliawardhana, Senin (10/10).

Kerja sama pengolahan sampah di Kota Balikpapan menjadi BBJP dimulai April 2022 lalu, dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PLN dengan DLH Kota Balikpapan. Selanjutnya, kerja sama tersebut diimplementasikan dengan pembuatan BBJP Plant di TPAS Manggar pada Juli 2022. Ini menjadi pilot project pertama di luar Pulau Jawa.

Menurut Daniel, BBJP Plant di TPS Manggar mampu memproduksi pelet sebanyak 120 kg per hari dan woodchip hingga 120 kg per hari. Kapasitas produksi ini bakal dinaikan dengan menambah mesin baru.

“Kami akan mengevaluasi performance dan hasil produksi dari BBJP Plant di TPS Manggar ini, bila memungkinkan ke depannya kita dapat melakukan up scale dengan menambah mesin baru guna menggenjot kapasitas produksi,” jelasnya.

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mendukung inovasi PLN dalam memanfaatkan sumber energi. Hal ini sekaligus menjadi solusi dari permasalahan timbunan sampah.

”Semoga program pengolahan sampah menjadi bahan bakar pembangkit listrik ini bukan hanya mengurangi sampah tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat Kota Balikpapan,” ungkap Rahman.

Menurutnya, keberadaan BBJP Plant sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Balikpapan sebagai kota penyangga Ibu Kota Negara (IKN) dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan timbunan sampah.

“Pemindahan IKN ke Kaltim akan membawa dampak meningkatnya volume sampah harian di Kota Balikpapan. Kami berharap produksi bahan bakar jumputan padat dapat berjalan dengan continue dan sustain sehingga Kota Balikpapan dapat menjadi role model bagi kota-kota lainnya,” imbuh Rahman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *