, ,

Kado dari Hulu Migas, Sumur R2 Temukan Hidrokarbon

Posted by

Jakarta, Petrominer – SKK Migas kembali mengumumkan temuan indikasi hidrokarbon berupa gas dari kegiatan usaha hulu migas nasional. Kal ini, temuan cadangan migas baru tersebut berlokasi di wilayah barat Indonesia, tepatnya di lepas pantai Lhokseumawe, Aceh.

“Dalam waktu yang berdekatan, menjelang peringatan kemerdekaan ke-77, industri hulu migas memberikan kado bagi bangsa Indonesia dengan kembali ditemukannya hidrokarbon. Jika hari Sabtu lalu (13/8), ditemukan hidrokarbon di Papua Barat wilayah timur Indonesia, hari ini ditemukan hidrokarbon di lepas pantai Lhokseumawe Nanggroe Aceh Darusslalam, wilayah paling barat Indonesia,” ungkap Deputi Perencanaan SKK Migas, Benny Lubiantara, Selasa (16/8).

Benny pun menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Pertamina Grup yang di tahun 2022 ini telah mewujudkan komitmennya untuk melaksanakan kegiatan pengeboran yang lebih masif dan agresif. Hasilnya, di bulan Agustus 2022 ini, dalam waktu yang berdekatan menemukan hidrokarbon di Papua Barat dan Aceh.

Menurutnya, penemuan hidrokarbon yang terus berkelanjutan di ujung barat dan ujung timur wilayah Indonesia menunjukkan potensi hulu migas masih menjanjikan dan menjadi kabar menggembirakan. Ini juga semakin memperkuat keyakinan seluruh pemangku kepentingan, termasuk SKK Migas dan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) bahwa peningkatan produksi berkelanjutan menuju target 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) gas di tahun 2030 akan dapat direalisasikan.

Dalam kesempatan itu, Benny juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras dan dedikasi yang tinggi kepada seluruh KKKS, sehingga setahun sejak Presiden Joko Widodo mengamanatkan untuk meningkatkan produksi minyak dan gas nasional pada lampiran pidato kenegaraan tahun 2021, SKK Migas dan KKKS telah menindaklanjutinya dengan program kerja yang masif dan agresif, termasuk dalam program pengeboran sumur eksplorasi.

Sampai semester I-2022, success ratio pengeboran sumur eksplorasi mencapai 75 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian success ratio pengeboran sumur eksplorasi tahun 2021 yang sebesar 55 persen dan juga capaian global success ratio tahun 2021 yang sebesar 23,8 persen. Penemuan hidrokarbon berturut-turut di sumur Markisa-001 dan sumur R2 akan menambahkan keyakinan masa depan industri hulu migas yang semakiin menjanjikan di tahun ini.

“Melihat success ratio yang tinggi dan temuan hidrokarbon secara berturut-turut di bulan Agustus ini, dengan program pengeboran sumur ekplorasi tahun 2022 yang mencapai 42 sumur atau lebih tinggi dibandingkan realisasi pengeboran sumur eksplorasi tahun lalu yang sebesar 28 sumur, maka kami optimis tahun ini akan menghasilkan penemuan hidrokarbon yang lebih besar dibandingkan tahun lalu,” ujar Benny.

Pertamina Hulu Energi North Sumatara Offshore (PHE-NSO) Regional 1 Sumatera menemukan indikasi hidrokarbon berupa gas melalui pengeboran sumur eksplorasi R2. Sumur eksplorasi tersebut terletak di Wilayah Kerja North Sumatra Offshore dengan operator PHE NSO, yang berada di lepas pantai Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darusallam. Pengeboran sumur eksplorasi ini memiliki objektif utama di Batugamping Formasi Malacca.

Sumur R2 dibor dengan profil vertikal menggunakan rig semi-submersible, Essar-Tribara. Sumur R2 ditajak sejak tanggal 14 Juni 2022 dan mencapai kedalaman akhir di 4.339 ftMD pada tanggal 27 Juli 2022. Saat ini, sedang dilakukan Drill Stem Test (DST)#1 (FAF Period) interval 3.826–3.846 ftMD pada lapisan Batugamping Formasi Malacca.

Status per 16 Agustus 2022, sumur R2 sedang melakukan shut-in well. Setelah itu akan direncanakan untuk 24 jam ke depan dilanjutkan FAF period dan shut-in sumur untuk final PBU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *