, ,

Dorong Produk Lokal, SKK Migas Inspeksi Langsung ke Pabrik

Posted by

Batam, Petrominer – Untuk mendorong tingkat kadungan dalam negeri atau TKDN di industri penunjang hulu migas, SKK Migas dan KKKS melakukan inspeksi atau kunjungan langsung ke pabrikasi di Batam, Riau. Kunjungan ini untuk melihat dari dekat kemampuan produk lokal yang diharapkan mampu bersaing dengan produk impor.

Dalam inspeksi tersebut, sedikitnya ada 8 (delapan) KKKS dibawa SKK Migas untuk melihat secara langsung produk yang dibuat di Batam, Selasa (7/6). Produk-produk pabrikan tersebut diperlukan guna menunjang pelaksanaan proses produksi industri hulu migas di Indonesia.

Menurut Kepala Divisi Pengeloaan Rantai Suplai SKK Migas, Erwin Suryadi, inspeksi dilakukan untuk melihat dari dekat produk yang bisa dijodohkan atau business matchmaker. Dengan begitu nantinya, produk-produk tersebut diharapkan dapat digunakan di industri hulu migas.

“Jika produknya berkualitas dan memenuhi standar Industri hulu migas, kita akan supporting terus dan ini tidak main-main,” kata Erwin.

Dia juga menegaskan bahwa SKK Migas berkomitmen terhadap produk lokal untuk menggerakkan industri dalam negeri. Hal ini sesuai dengan regulasi dan keinginan Pemerintah untuk ikut menggerakkan perekonomian nasional.

Pada inspeksi ini, rombongan SKK Migas dan KKKS mendatangi tiga perusahaan lokal di Batam. Mereka adalah A-S-L Shipyard Indonesia, Toemoe Valve dan perusahaan pipa seamless, Raimbow Tubulars Manufacture.

Saat inspeksi, diketahui ada perusahaan lokal yang mampu memproduksi dengan kandungan lokal hingga 80 persen. Contohnya A-S-L Shipyard Indonesia.

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Rikky Rahmat Firdaus, mengatakan pada Forum Kapasitas Nasional di Batam, perusahaan-perusahaan lokal tersebut akan didorong untuk lebih berperan dan bersaing dengan dengan lebih profesional. Dengan begitu, mereka dapat berpartisipasi di Industri hulu migas yang memiliki standar kerja keteknikan yang tinggi.

“Banyak perusahaan lokal di Batam yang sebenarnya memiliki potensi di proyek-proyek hulu migas dan ini sangat beruntung karena perusahaan tersebut beroperasi di Indonesia,” ungkap Rikky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *