,

Mitsubishi Power Ajukan Proposal Co-firing Biomassa di Indonesia

Posted by

Tokyo, Petrominer – Mitsubishi Power, anak usaha Mitsubishi Heavy Industries, Ltd. (MHI), telah mengajukan proposal kepada Pemerintah Indonesia untuk mempromosikan penerapan co-firing biomassa di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Usulan ini merupakan hasil pembahasan yang dilakukan sejak Mitsubishi Power menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan PT PLN (Persero), PT Indonesia Power, PT Pembangkitan Jawa-Bali, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada September 2020 lalu.

Dalam merumuskan proposal ini, lima penandatangan MoU berkolaborasi dalam memilih komponen bahan bakar biomassa yang sesuai, menentukan ruang lingkup peningkatan fasilitas yang diperlukan, dan melakukan evaluasi pada aspek ekonomi. Proposal tersebut mengintegrasikan keahlian Grup PLN dalam mengoperasikan berbagai PLTU di Indonesia dan teknologi co-firing biomassa milik Mitsubishi Power, serta mencerminkan analisis kebijakan lokal dan riset pasar bahan bakar biomassa yang dilakukan di Indonesia di bawah kepemimpinan ITB.

“Mitsubishi Power merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan Grup PLN dan ITB dalam membuat proposal kebijakan ini seiring kami mengeksplorasi solusi dekarbonisasi inovatif yang dapat mendukung Indonesia dalam mewujudkan masa depan energi yang lebih berkelanjutan dan aman,” ujar Presiden PT Mitsubishi Power Indonesia, Kazuki Ishikura, dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Kamis (31/3).

Kazuki mengatakan tujuan energi bersih Indonesia membutuhkan eksplorasi sistematis untuk berbagai sumber energi. Biomassa adalah sumber bahan bakar rendah karbon dan terbarukan. Sebagai sumber daya terbarukan yang berharga di Indonesia, ini berpotensi dapat menggerakkan transisi energi negara dalam waktu dekati

“Komponen bahan bakar pelet kayu dan bahan bakar biomassa potensial, yang tersedia dalam jumlah besar dan dapat diperoleh secara stabil dengan biaya yang murah di Indonesia, merupakan bahan bakar yang diusulkan dalam rencana ini. Selain potensi pengadaan yang stabil, komponen bahan bakar juga diusulkan berdasarkan kesesuaian untuk digunakan pada fasilitas pembangkit yang sudah ada dan pertimbangan pada aspek ekonomi. Sebuah studi rantai pasok (supply chain) juga dilakukan,” jelasnya.

Sebagai usulan peningkatan fasilitas, ada dua pembangkit yang dipertimbangkan, yakni PLTU Paiton Unit 1 di Jawa Timur dan PLTU Suralaya Unit 2 di Jawa Barat. Usulan kebijakan untuk mempromosikan penggunaan co-firing biomassa ini disampaikan setelah studi dilakukan pada kedua fasilitas tersebut.

Berdasarkan proposal tersebut, Mitsubishi Power akan melakukan pengujian kemampuan giling (grindability) dan kemudahan terbakar (combustibility) di Pusat Penelitian & Inovasi MHI (Nagasaki) pada bahan bakar biomassa yang dilihat cukup menjanjikan dari segi volume dan komposisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *