Jakarta, Petrominer – PT PGN Tbk. menargetkan pembangunan jaringan gas sebanyak 240 ribu sambungan rumah tangga (SR) di wilayah Jabodetabek, Karawang, Cilegon, dan Cirebon sepanjang tahun 2022 ini.
Direktur Sales dan Operasi PGN, Faris Aziz, mengatakan bahwa saat ini, PGN aktif melaksanakan audiensi dengan beberapa Kepala Daerah Tk II di Jabodetabek, Cilegon, Cirebon dan Karawang. Dengan target pembangunan jargas 1 juta SR per tahun, diperlukan dukungan dari Pemerintah Kota dan Pemerintah Daerah setempat untuk mengakselerasi pembangunan jargas di wilayah tersebut.
“PGN mengharapkan dukungan Pemerintah Daerah berupa perijinan maupun kemudahan akses dalam melakukan pengembangan infrastruktur gas bumi, termasuk dalam rangka sosialisasi pemanfaatan gas bumi kepada masyarakat,” ujar Faris, Jum’at (18/3).
Dia menegaskan sebagai subholding gas dan bagian dari holding migas Pertamina, PGN berkomitmen memberikan kontribusi terbaik melalui layanan gas bumi untuk sektor rumah tangga dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Target Utama
Khusus wilayah DKI Jakarta, PGN berencana membangun kurang lebih 92 ribu SR melalui skema investasi internal. Selain itu, PGN juga merencanakan pembangunan 62 ribu SR melalui skema kerjasama dengan mitra. Dengan begitu, total Jargas yang akan terbangun di DKI pada tahun 2022 diperkirakan mencapai 154 ribu SR.
Dalam 5 tahun ke depan, Provinsi DKI Jakarta menjadi salah satu wilayah yang akan menjadi target utama pengembangan jargas rumah tangga.
“Pelanggan eksisting di DKI Jakarta sebanyak 30.491 SR. Penambahan jumlah jargas rumah tangga di DKI Jakarta pun dilakukan semakin masif tiap tahunnya. Tahun 2021 dilakukan penambahan sampai dengan 100% dan selanjutnya akan dilakukan rencana penambahan dengan jumlah yang lebih besar di periode 2022,” jelas Faris.
Dalam pelaksanaan pembangunan jargas rumah tangga di DKI Jakarta, PGN menggunakan tiga strategi. Pertama adalah penetrasi, di mana akan menambah pelanggan baru di sekitar infrastruktur eksisting. Kedua, pengembangan dengan menambah pelanggan baru melalui penambahan pipa induk dari infrastruktur eksisting. Ketiga, beyond pipeline yakni menambah pelanggan baru yang berada cukup jauh dari infrastruktur eksisting dengan menggunakan CNG/ LNG.
“Kami perlu bersinergi bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam rangka percepatan pembangunan jargas. Sinergi tersebut meliputi penyelarasan program jargas dengan pengembangan fasilitas dan infrastruktur daerah yang ada, serta sosialisasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan gas bumi sebagai bahan bakar yang lebih aman dan ramah lingkungan,” imbuh General Manager Sales Operation Region (SOR) 2 wilayah Jawa Bagian Barat PGN, Sonny Rahmawan Abdi.
Sampai tahun 2024, PGN akan membangun infrastruktur jargas untuk 4 juta SR. Dengan basis 1 juta SR per tahun, dapat memberikan benefit bagi DKI Jakarta, di antaranya penghematan belanja energi rumah tangga masyarakat DKI Jakarta sampai dengan 20 persen, menyerap ± 12 ribu tenaga kerja di bidang keproyekkan maupun operasional, optimalisasi kerja sama PGN dan Jakpro, mengurangi polusi dan mendukung program Langit Biru Jakarta.









Tinggalkan Balasan