Nusa Dua, Petrominer – Intelligent Transport System (ITS) Indonesia menggandeng World Resources Institute (WRI) Indonesia untuk mempercepat kebijakan transportasi rendah emisi di provinsi Bali. Kolaborasi ini ditandai dengan kegiatan konvoi bebas polusi menggunakan armada kendaraan listrik Grab Indonesia, Minggu (23/1).
ITS Indonesia dan WRI Indonesia telah menandatangani nota kesepahaman bertajuk ‘Kerja Sama Percepatan Kebijakan Transportasi Rendah Emisi di Provinsi Bali’. Kerja sama ini akan mencakup riset dan pengembangan sumber daya terkait adopsi sistem transportasi rendah karbon, serta bahasan mengenai inkubator teknologi dan transportasi berkelanjutan di Indonesia, termasuk di Provinsi Bali.
“Kerja sama ini juga diharapkan bisa menjadi bahan diskusi bagi para pemimpin dunia untuk menjawab isu perubahan iklim dan transisi ke energi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Presiden ITS Indonesia, William P. Sabandar, pada acara Dukungan Ekosistem Kendaraan Listrik Provinsi Bali Menuju G20 di Nusa Dua, Minggu (23/01).
William mengatakan, ITS Indonesia sebagai platform pengembangan mobilitas cerdas, transportasi digital dan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia mendukung penuh pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia di Bali. Sebagai langkah konkret mendukung hal tersebut, ITS Indonesia menggalang para anggotanya dan mitra untuk melaksanakan sejumlah inisiatif kolaborasi dalam rangka mendorong percepatan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Bali.
Dalam kolaborasi ini terlibat anggota ITS Indonesia dan beberapa mitra, antara lain Grab Indonesia, Blue Bird, WRI Indonesia, Hyundai, Toyota Astra Motor, Gesits, VIAR, Honda Panasonic dan DEVA (Dewata Electric Vehicle Association). Mereka ikut berkomitmen dan bersama-sama mewujudkan implementasi kendaraan listrik di Provinsi Bali melalui berbagai kegiatan yang memanfaatkan momentum pelaksanaan G20 pada tahun 2022 ini.
Country Director World Resources Institute (WRI) Indonesia, Nirarta Samadhi, mengatakan, nota kesepahaman antara WRI Indonesia dan ITS Indonesia menunjukkan komitmen untuk melakukan riset dan diskusi serta menjalankan aksi nyata yang mendukung upaya Pemerintah mengembangkan ekosistem kendaraan listrik.
“Upaya mengurangi polusi udara dari sektor transportasi merupakan salah satu faktor pendorong kita beralih ke implementasi kendaraan listrik. Kami juga berharap kolaborasi ini akan menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menciptakan solusi pemanfaatan energi bersih dan pembangunan berkelanjutan,” ujar Nirarta.
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengapresiasi pihak swasta yang turut mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik. Hal ini sejalan dengan fokus dari gelaran G20 Indonesia tahun ini untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan kelestarian lingkungan yang lebih baik di masa depan.
“Isu-isu lingkungan ini butuh penanganan serius dan pemanfaatan kendaraan listrik menjadi salah bentuknya. Upaya ini menjadi pekerjaan bersama sehingga butuh banyak pihak yang memahami betul ekosistem kendaraan listrik dan pemanfaatan energi bersih seperti Grab Indonesia, ITS Indonesia, dan WRI Indonesia. Kolaborasi antara pihak Pemerintah dan swasta seperti ini harapannya bisa membangun ekosistem kendaraan listrik Indonesia dan mencapai target net zero emission pada tahun 2060,” ungkap Budi.

Sementara President Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, menegaskan siap mendukung Indonesia untuk melakukan lompatan besar dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik tanah air dan memperkuat komitmen ini bersama ITS dan WRI.
Menurut Ridzki, penggunaan kendaraan listrik Grab telah dimulai sejak tahun 2019 dengan mengusung program #LangkahHijau. Saat ini, Grab telah mengoperasikan 8.500 unit kendaraan listrik di beberapa kota.
“Kami akan terus mendukung peningkatan penggunaan kendaraan listrik dengan menargetkan total armada kami menjadi lebih dari 14.000 tahun ini, sehingga kendaraan listrik lebih terjangkau dan mudah diakses masyarakat,” tegasnya.
Dengan armada kendaraan listriknya, jelas Ridzki, Grab berupaya untuk mengurangi sekitar 4.600 ton emisi karbon yang setara penyerapan CO2 dari 200 ribu pohon dalam setahun. Grab juga telah meluncurkan 20 titik Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di DKI Jakarta, dan 7 titik SPBKLU di Provinsi Bali.









Tinggalkan Balasan