, ,

Indonesia, Hub Ekspor Mobil Listrik di Kawasan Asia

Posted by

Jakarta, Petrominer – Indonesia bakal menjadi hub ekspor mobil berbasis listrik di kawasan Asia pada tahun 2030 mendatang. Target ini melengkapi roadmap pengembangan industri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), yang diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi Teknis, Roadmap elctric vehicle (EV) dan Perhitungan Tingkat Kandungan Lokal Dalam Negeri (TKDN).

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menyebutkan bahwa saat ini semua negara yang memproduksi kendaraan listrik tengah berlomba agar mereka dapat menyuplai mobil-mobil listrik yang diproduksi di Indonesia ke kawasan Asia.

“Jenis mobil kendaraan listrik yang diproduksi ada yang full menggunakan baterai listrik sebagai energi (fully electric), dan ada juga yang semi–hybrid terkait rencana produksi sejumlah produsen otomotif seperti Hyundai, maupun sejumlah produsen kendaraan dari China (The Chinese Producer Electrical Car) yang berkomitmen membawa teknologi dari negaranya guna membangun produk otomotif berbasis elektrik ke Indonesia,” ungkap Agus dalam Jumpa Pers Outlook Industri 2022 Kementerian Perindustrian, pekan lalu.

Dia menegaskan, Pemerintah terbuka terhadap masuknya investasi otomotif, baik yang berasal dari China maupun dari negara lainnya, karena tujuan pemerintah mengundang investasi ujungnya adalah menghasilkan penyerapan tenaga kerja. Jadi semua kegiatan ekonomi yang dilakukan berujung pada penyerapan tenaga kerja sebanyak-banyaknya, sehingga masyarakat bisa tercakup dalam ekosistem ketenagakerjaan.

Mengingat belum ada kepentingan untuk mengevaluasi berlakunya roadmap pengembangan industri KBLBB, maka Pemerintah masih tetap berkomitmen di tahun 2025 akan memproduksi 600 ribu unit kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk kendaraan roda empat, dan 2,45 juta unit kendaraan roda dua.

Tidak hanya kendaraan listrik, ungkap Agus, Indonesia ingin menjadi hub ekspor bagi semua jenis produk-otomotif. Karena itu, para pelaku usaha dapat memperluas akses pasar bagi mobil yang diproduksi di Indonesia.

“Hal yang selalu saya katakan saat mengunjungi pabrikan otomotif di kantor pusatnya di masing-masing negara adalah agar mereka memperluas pasar ekspor. Saya mendapat laporan, Toyota melakukan perluasan ekspor ke beberapa negara tujuan baru. Honda dan Suzuki juga mulai tahun ini melakukan ekspor dari Indonesia, ke negara-negara tujuan baru yang selama ini belum dimasuki,” jelasnya.

Sementara Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Taufik Bawazier, menegaskan pentingnya peranan industri otomotif di Indonesia. Pasalnya, belakangan ini, industri alat transportasi mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan.

Investasi sektor ILMATE terus bertumbuh di tahun 2021 dan mencapai Rp 110 triliun. Kinerja ini juga didukung dari tingginya penerimaan pajak yang berasal dari kontribusi sektor otomotif.

Pada kuartal II tahun 2021, industri otomotif tumbuh hampir 45 persen dengan program PPnBM DTP yang sangat membantu perekonomian nasional, sehingga menghasilkan mutiplier effect yang sangat tinggi dan IKM dapat tumbuh bekerja kembali, karena melibatkan 1,5 juta orang hidup di sana.

Dengan adanya program tersebut, industri forward linkage-nya seperti industri ban dan industri pelumas juga ikut bertumbuh. Hal positif tersebut juga memengaruhi turut berkembangnya jasa sektor pendukungnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *