, ,

Indonesia Jajaki Lagi Pasokan LNG ke Bangladesh

Posted by

Jakarta, Petrominer – Kementerian Perindustrian membuka kembali rencana pengiriman LNG ke Bangladesh. Ini sebagai tindak lanjut dari kesepakatan awal antara Pertamina dengan PetroBangla yang ditandatangani awal tahun 2018 lalu.

Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, di pertemuan bilateral dengan Menteri Perindustrian Bangladesh, Nurul Majid Mahmud Humayun, dalam rangkaian Konferensi Regional Pembangunan Industri atau Regional Conference on Industrial Development (RCID) ke-2 di Jakarta, Rabu (10/11).

“Kami mengingatkan kembali terkait tindak lanjut penjajakan pasokan LNG dari Pertamina ke PetroBangla,” ungkap Agus terkait pertemuan tersebut.

Rencana pasokan LNG Pertamina ke PetroBangla dituangkan dalam Letter of Intent (LoI) binding yang ditandatangani di Bangladesh pada 28 Januari 2018. Penandatanganan LoI binding ini disaksikan oleh Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Sheikh Hasina.

Kesepakatan komersial tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut semangat kerjasama di bidang energi antara kedua negara, yang juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah.

Dalam pertemuannya dengan Menteri Humayun, Menperin Agus juga membahas progres kesepakatan Joint Operation antara PT GMF AeroAsia dengan Biman Bangladesh untuk jasa Maintenance Repair and Operations (MRO), dan rencana PT INKA melakukan pengadaan 400 gerbong kereta ke Bangladesh.

Kemenperin juga melihat peluang dikembangkannya kerjasama industri hilir antara Indonesia dan Bangladesh, seperti industri otomotif dan kesehatan serta pengembangan kawasan industri.

Dalam kesempatan itu, Agus juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perindustrian Sri Lanka Wimal Weerawansha. Pembicaraan yang diangkat terkait potensi kerjasama teknik khususnya di bidang penyediaan pendidikan dan pelatihan kejuruan (technical and vocational education training/TVET).

“Kami ingin menjalin kerja sama dengan Sri Lanka terkait pendidikan dan pelatihan vokasi di sekolah dan politeknik milik Kemenperin, serta kerja sama teknik terkait pengujian, litbang, dan inovasi di bidang industri tekstil yang dapat dijajaki balai besar industri di bawah binaan Kemenperin,” ungkapnya.

Menurut Agus, sudah ada beberapa perusahaan Indonesia yang beroperasi dan berinvestasi di Sri Lanka. Antara lain Kalbe Farma dan Dexa Medica yang bergerak di bidang produk farmasi, serta Indorama yang berinvestasi pada produksi bahan baku serat tekstil. Tercatat pula PT Jemblo Cable dengan produksi kabel listrik, PT Agro Indomas pada pengolahan CPO, dan PT Usaha Tani Lestari untuk produksi olahan kopra.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Menteri Perindustrian Sri Lanka Wimal Weerawansha usai melakukan pertemuan bilateral di Jakarta, Rabu (10/11).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *