Dubai, Petrominer – Presiden Joko Widodo meluncurkan program Indonesia Spice Up the World dalam acara National Day di Expo 2020 Dubai, Kamis (4/11). Kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan perdagangan rempah-rempah dan bumbu Indonesia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Didi Sumedi, menyebutkan bahwa ekspor rempah-rempah Indonesia selama periode Januari-Agustus 2021 tercatat sebesar US$ 499,1 juta.
“Melalui kampanye ini, ditargetkan pertumbuhan ekspor rempah menjadi 25 persen yakni US$ 2 miliar pada tahun 2024 dan juga ada penambahan 4.000 restoran Indonesia di mancanegara,” ungkap Didi.
Nilai tersebut, menurutnya, tumbuh 12,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2020. Produk rempah Indonesia yang diekspor adalah pala, cengkeh, lada putih, kayu manis, dan kapulaga. Negara tujuan utama adalah Amerika Serikat, Tiongkok, India, Vietnam, dan Belanda.
Program yang dinaungi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini melibatkan lintas kementerian/lembaga. Target potensialnya adalah Australia dan negara-negara di Afrika, meski tidak menutup kemungkinan dari negara lain di penjuru dunia.
Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, menyatakan bahwa gelaran National Day di Al Wasl Plaza, World Expo 2020 Dubai ini menarik banyak perhatian, karena disaksikan sekitar 2.000 audiens.
Lutfi optimistis kegiatan ini dapat memperluas jejaring tidak hanya bagi mereka yang berkunjung ke Paviliun Indonesia, namun sekaligus juga membuka kesempatan menjalin hubungan strategis jangka panjang di sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata.
Gelaran National Day yang dipimpin Presiden Joko Widodo ini mengusung tajuk “Land of Diversity”, berupa narasi sejarah kekayaan budaya tanah air di masa lalu. Ajang tersebut sekaligus mengenalkan potensi dan peluang keterbukaan bangsa kepada dunia saat ini, serta kesiapan menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga menyampaikan komitmennya untuk berkontribusi bagi kemajuan dunia. “Di saat kita memasuki era dunia tanpa batas, era tanpa sekat, kami berkomitmen untuk membuka semakin banyak peluang bekerja sama dan berkontribusi bagi kemajuan dunia,” ungkapnya.
Gelaran National Day ini juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga hubungan baik dengan UEA sebagai penyelenggara Expo 2020 Dubai dan mitra penting Indonesia di Timur Tengah. Kegiatan ini sekaligus meneruskan diplomasi hubungan bilateral usai Peluncuran Perundingan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (IUAE-CEPA) 2 September 2021 di Bogor, Jawa Barat.
Menteri Negara UEA Ahmed bin Ali Sayegh mengapresiasi partisipasi Indonesia, sebagai negara pertama di Asia Tenggara yang menyatakan komitmennya terhadap World Expo tahun ini.
“Indonesia sebagai negara kepulauan yang memiliki banyak peluang dan inovasi yang menyatu dengan teknologi modern dan pengetahuan lokal, muatan informasi dan desain paviliun yang unik menjadi manifestasi keragaman dan kekayaan budaya Indonesia,” ujar Menteri Al Sayegh.








Tinggalkan Balasan