Jakarta, Petrominer – PT Archi Indonesia Tbk mencatat laba bersih sebesar US$ 57,3 juta selama sembilan bulan pertama tahun 2021. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk ini turun 31 persen dibandingkan periode sama tahun 2020 yang tercatat US$ 83,07 juta.
Sementara laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) turun 26 persen menjadi US$ 123,8 juta. Penurunan laba tersebut lantaran pendapatan Archi Indonesia sampai kuartal III-2021 juga mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.
Per 30 September 2021, Archi Indonesia membukukan pendapatan US$ 236,5 juta atau. Realisasi pendapatan ini turun 14 persen dari periode sama tahun sebelumnya yang sebesar US$ 275,3 juta. Dari sisi produksi, volume penjualan emas juga mengalami penurunan menjadi 127,8 kilo ons. Sedangkan beban pokok penjualan naik dari US$ 111,94 juta menjadi US$ 134,08 juta hingga September 2021.
Direktur Utama Archi Indonesia, Kenneth Chricton menjelaskan bahwa hasil kinerja sembilan bulan pertama tahun 2021 ini secara umum dipengaruhi oleh perkembangan dari aktivitas penambangan dan pengupasan tanah (waste removal) di Pit Araren yang memiliki kadar emas tinggi.
“Namun, dengan Pit Araren tahap 5 telah memasuki tahap produksi, kami telah melihat adanya peningkatan kadar emas dari bijih emas selama kuartal ketiga, dan kami berada dalam posisi yang sangat baik untuk menghadapi kuartal keempat dimana sebagian besar bijih emas yang akan diproses untuk sisa tahun ini akan berasal dari Pit Araren berkadar tinggi ini,” ujar Kenneth dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Jum’at (29/10).
Di sisi eksplorasi, menurutnya, aktivitas pengeboran yang terus berlanjut di lokasi cadangan emas Bima-Arjuna menghasilkan potongan-potongan berkadar tinggi. Namun masih dibutuhkan pengeboran lebih lanjut pada tahun mendatang.
“Menjelang akhir tahun 2021, kami telah menyelesaikan pekerjaan pengembangan kami di Pit Araren, dimana tahap 5 telah memasuki produksi. Dengan kapasitas pabrik pengolahan yang telah dikembangkan serta peningkatan kapasitas armada pertambangan yang lebih besar, kami berkeyakinan untuk dapat mencatatkan kinerja yang lebih baik di tahun mendatang,” ungkap Kenneth.
Pada kuartal III dan awal kuartal IV tahun 2021, kegiatan eksplorasi lainnya telah dimulai di dalam 36.000 hektar area yang tersisa. Saat ini, tim eksplorasi sedang menjalankan kegiatan eksplorasi Greenfield tahap pertama dengan menghasilkan target-target eksplorasi baru di dalam area yang memiliki prospek tinggi.
Indikasi awal telah mengidentifikasi beberapa target yang membutuhkan eksplorasi tahap kedua untuk menvalidasi potensi untuk pengeboran. Tujuan dari pekerjaan ini adalah untuk mentargetkan penemuan cadangan emas baru di Koridor Timur dan Koridor Barat, di luar dari sumber daya yang ada saat ini.
“Kegiatan eksplorasi Greenfield ini penting dan diharapkan sebagian dari target eksplorasi tersebut memasuki tahap pengeboran lebih lanjut pada tahun 2022,” jelas Kenneth.








Tinggalkan Balasan