Jakarta, Petrominer – Pelaku usaha memuji kebijakan Pemerintah yang berpihak kepada produsen dalam negeri dalam keterlibatannya di industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Keberpihakan ini telah mendorong para produsen dalam negeri terus berkembang dan memastikan produknya mampu memenuhi spesifikasi, mutu dan kebutuhan kegiatan operasi hulu migas.
Marketing Manager PT SagaTrade Murni, Egar Suharta Legawa, menyebutkan adanya Pedoman Tata Kerja Nomor PTK-007 yang diterbitkan SKK Migas telah menempatkan para produsen barang dan jasa dalam negeri bisa bersaing dengan produsen dari luar negeri. Malahan, peluang bagi para produsen di dalam negeri bisa lebih besar lagi jika aturan ini diimplementasi secara optimal oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
“Kami berharap SKK Migas lebih berperan aktif dalam mendorong KKKS memakai produk lokal. PTK 007 sudah bagus, tapi bila bisa diterapkan dengan optimal oleh para KKKS akan lebih bagus lagi. Pasalnya, tidak ada sanksi jika tidak mematuhi kebijakan terebut,” ungkap Egar di sela-sela pameran Forum Kapasitas Nasional yang digelar di Jakarta Convention Centre, Jum’at (22/10).
Menurutnya, jika PTK 007 diimplementasi secara optimal, dampaknya cukup signifikan dalam meningkatkan kemampuan perusahaan dalam negeri dan tentunya juga bagi perekonomian nasional. Apalagi, produsen barang/jasa dalam negeri sudah banyak yang bisa menghasilkan produk sesuai spesifikasi, mutu dan kebutuhan kegiatan operasi hulu migas.
Tidak hanya itu, Egar juga berharap Pemerintah dapat lebih menekan keberadaan barang impor. Langkah ini diyakini bisa lebih memperluas kesempatan bagi industri dalam negeri untuk meningkatkan kapasitasnya di sektor hulu migas.
“Kesempatan pasti besar, selama tidak dibuka impor. Tujuan pemerintah memberikan kesempatan untuk berinvestasi di suatu daerah adalah agar efek dominonya bisa dirasakan oleh masyarakat sekitar. Tentunya melalui pembukaan lapangan kerja dan penjualan barang/jasa bagi investor tersebut,” ujar Egar.
Meski begitu, dia juga mengakui kesempatan tersebut belum bisa dimaksimalkan karena masih ada KKKS yang melakukan pembelian barang/jasa dari impor. Tentunya dengan berbagai alasan. Salah satunya lebih percaya dengan produsen dari negara tertentu.
“Jika sudah seperti ini, produsen dalam negeri tidak bisa lagi membantah. Padahal, dari segi kualitas kami bisa menjamin. Meski ada beberapa yang bermasalah namun tidak signifikan. Kondisi ini juga acap terjadi dengan produk impor,” tegas Egar.
Sertifikasi API
Lebih lanjut, dia menjelaskan, Sagatrade Murni memproduksi peralatan untuk industri migas, petrokimia, dan industri lainnya. Dalam upaya memenuhi standar dan tuntutan industri dalam hal efisiensi dan hemat biaya, perusahaan ini telah mengimplementasikan Sistem Manajemen Mutu yang sesuai dengan persyaratan ISO 9001 dan API Spec Q1 edisi terbaru. Hampir semua produk telah dibekali API Spec. 10D, API Spec 5-CT, ISO 9001, Connection VAGT Premium Cert. dan API Spec Q1 yang terus diaudit dan diperbarui secara independen.
Perusahaan yang berdiri sejak tahun 1984 ini memproduksi berbagai peralatan di pabriknya di Samarinda, Kalimantan Timur. Salah satu produk andalannya adalah SAGA Casing Packer dan Casing Centralizers, yang merupakan peralatan dasar dalam proses penyemenan pipa di lubang sumur.
“Semua produk-produk kami sudah bersertifikasi API. Inilah yang menjadi jaminan atas kualitasnya. Kami juga aktif dan terus fokus memperluas jangkauan produk dengan memasukkan produk dan inovasi baru,” ucap Egar.
Dengan jaminan kualitas seperti itu, menurutnya, produk-produk SagaTade Murni sukses di hampir daerah migas, dengan pelanggan mulai dari perusahaan minyak besar, perusahaan jasa migas hingga operator independen kecil. Selain meraih pasar dalam negeri, produk-produk SagaTrade Murni juga telah menembus pasar internasional, seperti Timur Tengah, Ausralia, Amaerika Serikat dan Brasil.
“Total penjualan 70-80 persen di dalam negeri, sementara sisanya 20-30 persen dieksor. Untuk ekspor, kami bermitra dengan perusahaan lokal dalam pemasarannya,” jelas Egar.









Tinggalkan Balasan