, ,

PLN Realisasikan TKDN Lebih dari 50 persen

Posted by

Bandung, Petrominer – PT PLN (Persero) terus mendorong pertumbuhan industri dalam negeri. Salah satu bukti nyatanya adalah pemenuhan terhadap ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan mendukung program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) pada sektor ketenagalistrikan.

Seperti yang dilakukan PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT) dengan memanfaatkan produk industri domestik dalam proyek-proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah. Bahkan unit PLN ini berhasil mendorong TKDN hingga melampaui 50 persen.

“Meski ada beberapa komponen yang belum dapat diproduksi di dalam negeri, namun pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan PLN di Jawa Barat dan Jawa Tengah dominan didukung oleh industri dalam negeri. Baik dalam pengadaan barang maupun jasa,” ujar Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Agung Murdifi, Senin (30/8).

Menurut Agung, perhitungan capaian TKDN itu mengacu pada Peraturan Menteri Perindustrian No. 054 Tahun 2012 tentang Pedoman Penggunaan Produk Dalam Negeri Untuk Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan. Capaian rata-rata TKDN PLN UIP JBT terbagi menjadi tiga sektor, yakni TKDN sektor pembangkitan 55,58 persen, TKDN sektor transmisi 81,41 persen, dan TKDN sektor gardu induk 62,62 persen.

Selain meningkatkan implementasi TKDN, PLN UIP JBT juga terus berupaya menunjukkan komitmennya dalam mendukung pilar Green pada Transformasi PLN. Di antaranya dengan menyelesaikan pembangunan pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT) serta beberapa proyek kelistrikan lainnya.

PLTA Jatigede

Salah satu proyek EBT yang sedang digarap adalah PLTA Jatigede 2×55 Mega Watt (MW). Pembangkit ini berada di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Di proyek tersebut, baru-baru ini PLN UIP JBT telah berhasil melakukan pemasangan rotor yang merupakan salah satu bagian berputar dalam generator bertipe vertical shaft semi-umbrella. Rotor ini berfungsi untuk mengkonversikan gerakan mekanis pada turbin yang digerakkan oleh air sehingga menghasilkan listrik.

Dengan pemasangan rotor tersebut, progres pembangunan Power House dan Switchyard pada pembangkit EBT tersebut sampai Agustus 2021 telah mencapai 92,55 persen untuk pekerjaan sipil dan 79,44 persen untuk pekerjaan Elektrikal Mekanikal.

“Meski di tengah kondisi pandemi Covid-19, kami tetap berupaya maksimal agar proyek PLTA Jatigede dapat berjalan sesuai target. Secara keseluruhan pembangunan PLTA Jatigede telah mencapai progres sebesar 87,25 persen dengan capaian TKDN sebesar 55,58 persen,” ungkap Agung.

Selain PLTA Jatigede 2×55 MW, beberapa proyek pembangkit, jaringan transmisi dan gardu induk lainnya dibangun untuk mendukung kehandalan sistem kelistrikan Jawa-Bali. PLN UIP JBT juga berkomitmen untuk terus meningkatkan penggunaan produk dalam negeri pada setiap pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *