, ,

Di China, PLTS dan PLTB Bakal Tumbuh Pesat

Posted by

Jakarta, Petrominer – Kapasitas pembangkit listrik bersumber energi terbarukan (tidak termasuk air) di China diperkirakan meningkat dari 572,89 giga watt (GW) tahun 2020 menjadi 1.772,05 GW pada tahun 2030 mendatang. Kenaikan ini berarti tumbuh rata-rata tahunan (Compound Annual Growth Rate/CAGR) sebesar 12 persen.

Perusahaan data dan analitik terkemuka, GlobalData, memperkirakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangkit listrik tenaga angin/bayu (PLTB) akan mengalami pertumbuhan cepat pada tahun 2030. Kapasitas PLTS bakal tumbuh dari 253,69 GW tahun 2020 menjadi 890,31 GW pada tahun 2030. Sementara kapasitas PLTB akan meningkat dari 279,04 GW pada tahun 2020 menjadi 742,62 GW pada 2030.

GlobalData, dalam laporannya berjudul ‘China Power Market Outlook to 2030, Update 2021 – Market Trends, Regulations, and Competitive Landscape’, menyebutkan bahwa pertumbuhan itu didukung oleh Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025) yang telah digulirkan oleh Pemerintah China.

“Pada tahun 2020, kapasitas kumulatif gabungan PLTS dan PLTB mencapai 542,71 GW. dan Pemerintah China berencana meningkatkannya menjadi lebih dari 1.200 GW pada tahun 2030,” tulis GlobalData dalam laporan tersebut yang diterima PETROMINER, Jum’at (27/8).

Rohit Ravetkar, Analis Power di GlobalData, mengatakan China secara aktif mendorong penggunaan sumber daya energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Negara ini berencana untuk mengurangi pembangkit listrik berbasis batubara untuk memenuhi target pengurangan emisi karbon berdasarkan Paris Agreement.

“Pada Desember 2020, Pemerintah China menetapkan target ambisius untuk meningkatkan kapasitas terpasang PLTS dan PLTB menjadi lebih dari 1.200 GW pada tahun 2030. Negara ini berharap bisa memenuhi target tersebut karena kapasitas kumulatif PLTS dan PLTB diproyeksikan mencapai sekitar 1.690 GW pada tahun 2030,” ujar Ravetkar.

Hingga Juni 2021, ada 18 PLTS sedang dibangun di China, dengan total kapasitas sekitar 3 GW. Selain itu, 282 PLTS lainnya dengan total kapasitas 34,3 GW sedang dalam perizinan untuk dibangun.

PLTB di China juga mengalami pertumbuhan pesat. Ada 175 pembangkit dalam tahap perizinan dengan total kapasitas sekitar 42,9 GW dan sekitar 113 pembangkit dalam pembangunan dengan total kapasitas sekitar 29,4 GW.

Ravetkar menyimpulkan, integrasi energi terbarukan ke dalam jaringan listrik bisa menjadi tantangan besar bagi China. Pasalnya, lokasi pembangkit listrik berbasis energi terbarukan jauh dari area dengan permintaan listrik yang tinggi. Namun, Pemerintah China fokus pada peningkatan infrastruktur jaringan agar lebih efisiensi. Kondisi ini telah membuka peluang investasi di faslitas smart grids, termasuk produksi dan pasokan peralatan berteknologi tinggi yang diperlukan untuk integrasi energi terbarukan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *