, ,

Cari Hidrokarbon di Frontier Area, Pertamina Survei Via Udara

Posted by

Jakarta, Petrominer – Pertamina selalu melakukan inovasi dalam kegiatan hulu migas guna mendukung program pemerintah menuju 1 juta BOPD pada tahun 2030. Salah satu upayanya yaitu agresif mencari cadangan baru melalui aktivitas eksplorasi.

“Kami menyadari bahwa untuk keberlangsungan perusahaan, kami harus aktif dan masif melakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan baru. Dan untuk mengawali aktivitas eksplorasi harus didahului dengan survei geofisika untuk membantu mendapatkan gambaran bawah permukaan bumi,” ujar Direktur Eksplorasi PHE Subholding Upstream Pertamina, Medy Kurniawan, Jum’at (25/6).

Medy menyatakan, sebagai Komitmen Kerja Pasti (KKP) PHE di Lapangan Jambi Merang, yang ditandatangani pertama pada 31 Mei 2018 dan berlaku efektif mulai 9 Februari 2019, PHE berkomitmen untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang telah diinisiasi selama tiga tahun berjalan baik di wilayah kerja Jambi Merang maupun di wilayah terbuka.

“KKP Jambi Merang di wilayah terbuka ini merupakan komitmen yang mendukung program Pemerintah untuk memperoleh data eksplorasi terbaru, sehingga menarik investasi kegiatan eksplorasi di Indonesia,” jelasnya.

Pada tahun 2021 ini, pelaksanaan KKP Jambi Merang di Wilayah Terbuka di antaranya survei Airborne Full Tensor Gradiometry (FTG) yang akan dilaksanakan melalui survei FTG Cekungan Iwur-Akimeugah dan FTG Cekungan Bintuni-Salawati. Selain itu, Pertamina juga melakukan survei seismik dengan menggunakan vibroseis untuk memetakan potensi subvolcanic play di Pulau Jawa.

Keseluruhan survei FTG di daerah frontier ini akan memiliki panjang lintasan sekitar 54.000 km dengan luas cakupan area kurang lebih 105.000 km2. Kegiatan ini menggunakan pesawat Basler BT67 dan Twin Otter.

‘’Survei Airborne & Processing FTG di wilayah terbuka merupakan yang pertama kali dilakukan oleh Pertamina melalui salah satu anak perusahaan Subholding Upstream,” kata Medy.

Dia menjelaskan, cara kerja FTG adalah dengan mengukur laju perubahan gravitasi ke segala arah medan yang disebabkan oleh geologi bawah permukaan. Ini akan memetakan informasi yang dihasilkan oleh kontras kepadatan yang dihasilkan dari stratigrafi dan graphic perubahan struktural tanah.

VP New Ventures Subholding Upstream, Agung Prasetyo, mengatakan bahwa dengan kecanggihan FTG ini, diharapkan dapat memetakan secara regional struktur bawah permukaan dan membantu mengoptimalkan desain survei seismik 2D.

“Dengan dimulainya survei melalui udara kali ini, diharapkan tujuan pemetaan survei seismik 2D dapat terpenuhi dan memberikan manfaat yang lebih bagi pemerintah dalam mendukung ketahanan energi negeri,” ujar Agung yang juga merupakan Direksi Pekerjaan atau Wakatek dalam pelaksanaan KKP Jambi Merang di Wilayah Terbuka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *