Jakarta, Petrominer – Produksi dari 10 perusahaan pertambangan tembaga terbesar di dunia memang mengalami sedikit penurunan pada tahun 2020 lalu. Namun tahun 2021 ini, produksi mereka diperkirakan tumbuh kembali hingga mencapai 12,2 juta ton (Mt).
GlobalData melaporkan bahwa produksi dari 10 perusahaan pertambangan tembaga terbesar di dunia turun 0,2 persen menjadi 11,76 Mt pada tahun 2020. Dampak awal pandemi Covid-19 pada operasi penambangan sangat besar, namun enam dari 10 produsen terbesar itu berhasil meningkatkan kembali produksi pada akhir tahun lalu.
“Pada tahun 2021, produksi tembaga dari sepuluh perusahaan tembaga teratas diperkirakan bangkit kembali, dan naik hingga 3,8 persen menjadi 12,2 juta ton,” ungkap perusahaan data dan analitik terkemuka itu dalam laporannya, Kamis (13/5).
Peningkatan tertinggi produksi tembaga dialami First Quantum dari Kanada, yang melaporkan pertumbuhan 10,4 persen pada tahun 2020. Tambang Sentinel di Zambia dan Cobre di Panama menjadi kontributor utama pertumbuhan ini. Sementara tambang terakhir, meski tetap dalam perawatan dan pemeliharaan antara April dan Agustus 2020, mencetak rekor tingkat produksi selama bulan-bulan berikutnya.
“Meski Codelco melaporkan lebih dari 3.400 kasus aktif selama Juli 2020, perusahaan ini mencatat pertumbuhan produksi 1,2 persen pada tahun 2020. Perusahaan ini menerapkan rencana empat fase, sebagai bagian dari upaya pencegahan Covid- 19, untuk memastikan kesehatan dan keselamatan karyawannya serta menghindari dampak yang signifikan terhadap produksi tembaga,” ujar Associate Project Manager GlobalData, Vinneth Bajaj.
Meskipun dampak keseluruhannya minimal, penurunan produksi terjadi di Glencore (8,2 persen), Antofagasta (4,7 persen), BHP (3,9 persen) dan Freeport McMoRan (1,3 persen). Pengurangan tenaga kerja operasional karena tindak pencegahan Covid-19, nilai bijih yang lebih rendah dan penghentian produksi karena pemeliharaan menjadi faktor utama yang mengganggu produksi selama tahun 2020.
“Pertumbuhan yang kuat diharapkan dialami Freeport McMoRan, yang menyediakan 1.723.6kt panduan tembaga untuk tahun 2021, naik 18,5 persen dibandingkan produksi tahun 2020. Ini didukung oleh dimulainya ekspansi tambang Grassberg di Indonesia. Selain itu, pertumbuhan sekitar 9,1 persen bakal dialami First Quantum dan kenaikan produksi tembaga katoda 5,3 persen diperkirakan dialami Jiangxi. Pertumbuhan juga akan didukung oleh produksi dari tambang lain yang beroperasi seperti Escondida, Collahuasi, El Teniente, Cerro Verde, Buenavista dan Antamina,” ujar Vinneth.









Tinggalkan Balasan