, ,

Dukung Ekspor Udang, PLN Listriki 7 Tambak di Bangka

Posted by

Pangkalpinang, Petrominer – PLN berhasil memenuhi kebutuhan listrik untuk tujuh tambak udang di Pulau Bangka, dengan total daya sebesar 2,3 juta volt ampere (VA). Ini merupakan wujud komitmen PLN untuk mendorong industri tambak nasional.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Bangka Belitung, Amris Adnan, menjelaskan bahwa layanan listrik bagi tambak udang merupakan wujud komitmen PLN untuk mendorong industri tambak melalui program Electrifying Agriculture. Apalagi, tambak udang adalah sektor yang mampu menyerap produksi energi di tengah pandemi.

“Kami ingin hadirnya listrik dapat mendorong produktivitas yang tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Amris, Sabtu (17/4).

Hadirnya listrik PLN diharapkan dapat meningkatkan hasil panen tambak udang guna memenuhi kebutuhan pasar ekspor. Ketujuh tambak udang tersebut antara lain PT Budidaya Tropisindo, Tambak Udang (TU) Feny Gunawan, PT Shrimpi Daya Lestari, TU Yayasan Mahad Islam, TU Khoirul Haq, CV Mavindo Karya Lestari, dan TU Hendri.

Tujuh pelanggan tersebut menggunakan layanan premium silver sehingga lebih andal. Dengan layanan tersebut pelanggan diberi fasilitas berupa pembangunan jaringan ekspres tegangan menengah. Selain itu, terdapat sistem dua penyulang yang difungsikan untuk menyuplai listrik ke pelanggan, sehingga pelanggan tidak perlu lagi mengeluarkan biaya lebih besar untuk kebutuhan genset dengan bahan bakar minyaknya

“Dengan tambahan tersebut, kini sebanyak 459 pelanggan di Bangka Belitung dilayani dengan layanan premium, dengan 112 diantaranya untuk kebutuhan tambak udang,” ungkap Amris.

Salah satu pemilik tambak udang, Martin, mengungkapkan vitalnya pasokan listrik untuk kebutuhan industri tambak udang.

“Kebetulan kami baru membuka delapan kolam tambak udang, maka kami percayakan listrik ke PLN. Sebab listrik ini yang utama dalam industri tambak udang, mulai dari kebutuhan pompa sedot air, reservoir, hingga kebutuhan kolam itu sendiri,” ucap Martin.

Menurutnya, permintaan udang untuk konsumsi di negara-negara seperti Amerika, Australia, Jepang, China cukup tinggi. Karena itulah, ke depan dia berharap produktivitas dapat meningkat sehingga bisa menambah kapasitas kolam, yang ditargetkan 40 kolam.

Kabel Laut

Penyambungan listrik ini menggambarkan adanya geliat ekonomi yang terus tumbuh dari hari ke hari di Bangka Belitung. Tercatat demand listrik tertinggi di sistem Bangka mencapai 167 MW atau naik 4,3 persen dari demand rata-rata harian sebesar 160 MW.

Sebagai langkah antisipasi lonjakan permintaan listrik pada beberapa tahun ke depan, PLN mengupayakan percepatan pembangunan kabel laut tegangan tinggi. Infrastruktur ini akan menghubungkan Pulau Sumatera dan Pulau Bangka.

Kabel laut yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2021 ini akan ditarik dari Kabupten Banyu Asin, Sumatera Selatan, ke Kabupaten Bangka Barat. Kabel laut tersebut akan terbentang sepanjang 36 Kms.

“Kami mohon dukungan dari seluruh stakeholder dan masyarakat Bangka Belitung, agar pembangunan ini berjalan lancar, sehingga Bangka Belitung akan menjadi satu dengan Sumatera dalam satu sistem kelistrikan,” ujar Amris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *