Jakarta, Petrominer – Direktur Keuangan PGN, Arie Nobelta Kaban mengungkapkan bahwa tahun 2020 merupakan tahun penuh tantangan bagi PGN. Hal ini karena ketidakpastian kondisi global dan nasional akibat pandemi Covid-19, yang sangat berdampak pada kinerja PGN selama tahun 2020.
“Meski dalam tahun penuh tantangan, PGN tetap berhasil melaksanakan berbagai penugasan Pemerintah dengan tetap menjaga protokol kesehatan, mengedepankan komitmen HSSE dan aspek safety,” ungkap Arie, Sabtu (10/4).
Dia menjelaskan bahwa penugasan yang dilaksanakan PGN antara lain yang tercantum dalam Kepmen ESDM Nomor 89K/2020 tentang Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk industri tertentu, Kepmen ESDM 91K/2020 tentang harga gas untuk pembangkit listrik, Kepmen ESDM 13/2019 tentang konversi pembangkit diesel PLN ke gas dan Kepmen ESDM 85/2020 tentang penugasan Jargas Rumah Tangga.
Menurut Arie, komitmen tersebut dilaksanakan PGN dengan mengalirkan gas bumi untuk industri khusus sebesar 335,9 BBTUD dan 492,5 BBTUD untuk pelanggan non HGBT. Sehubungan dengan penugasan penerapan kebijakan harga US$ 6 per MMBTU melalui Kepmen ESDM 89.K/2020 dan Kepmen ESDM 91.K/2020, Pemerintah telah setuju untuk memberikan insentif kepada PGN sebagaimana tercantum dalam Permen ESDM 8/2020 dan Permen ESDM 10/2020.
“Bentuk insentif yang akan diberikan kepada PGN masih dalam pembahasan dengan Pemerintah,” ungkapnya.
Untuk pelaksanaan quick win Kepmen ESDM 13/2019, PGN Group telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur pipa gas sepanjang 3,7 km untuk Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) Mobile Power Plant (MPP) Sorong. Untuk pembangkit listrik di Tanjung Selor dan Nias, PGN telah menyelesaikan kesepakatan bersama dengan PLN.
Sementara komitmen pelaksanaan penugasan Jargas Rumah Tangga di tahun 2020 telah dilaksanakan 100 persen, dengan penyelasaian 135.286 sambungan rumah tangga. Dengan tambahan sambungan tersebut, saat ini total layanan PGN ke pelanggan rumah tangga menjadi sebanyak 460.516 sambungan yang mengalirkan volume sebesar 73 juta meter kubik.
Untuk menjaga keberlanjutan bisnis, PGN telah mengupayakan beberapa strategi ke depan. Diantaranya integrasi infrastruktur jaringan pipa hulu–hilir serta jaringan pipa gas PGN dan Pertagas serta transformasi bisnis dan restrukturisasi Anak Perusahaan.
PGN juga tengah mempecepat penyelesaian pembangunan jaringan Pipa Rokan di Riau, pembangunan terminal LNG regasifikasi small land based RU Cilacap, pembangunan jaringan pipa Senipah-Balikpapan untuk medukung pasokan gas ke RU Balikpapan, penyelesaian konversi pembangkit diesel PLN ke gas sesuai dengan Kepmen ESDM 13/2019, serta pembangunan infrastruktur LNG untuk smelter domestik.
“Dengan segala tantangan, PGN tidak akan berhenti untuk memperluas jangkauan ke seluruh kawasan Indonesia demi pemerataan akses energi ramah lingkungan. PGN sebagai subholding gas PT Pertamina Persero dan pengelola 96 persen infrastruktur hilir gas bumi nasional berkomitmen untuk terus menjadi solusi pemenuhan energi nasional melalui pengembangan infrastruktur dan pemanfaatan gas bumi nasional,” ujar Arie.









Tinggalkan Balasan