Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero), melalui Subholding Refining & Petrochemical, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), terus berupaya meningkatkan pencapaian kinerja operasional kilang yang positif. Pelaksanaan efisiensi dalam pengelolaan kilang serta implementasi berbagai inovasi secara berkesinambungan diupayakan dapat menunjang pencapaian kinerja positif di atas target.
Corporate Secretary Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya, menjelaskan bahwa pencapaian positif ini juga merupakan hasil penerapan inovasi dan ide-ide terobosan yang dijalankan secara berkesinambungan oleh Sumber Daya Manusia kilang yang berjumlah lebih dari 5.400 pekerja. Malahan, inovasi pekerja ini telah menghasilkan Downstream Value Creation dengan Financial Impact lebih dari dua kali lipat di atas target seharusnya.
“Inovasi ini menghasilkan value creation sebesar US$ 115 juta atau lebih dari 230 persen di atas target,” ungkap Ifki, Rabu (10/3).
Beberapa inovasi yang dilakukan Pertamina di bisnis kilang melingkupi inovasi proses, optimasi dan arus minyak, value protection, energy saving, HSSE dan pemenuhan regulasi, dan capability building.
Beberapa kinerja operasi kilang pun berhasil dicapai. Antara lain, berhasil menyerap minyak mentah dan produk intermediate untuk diolah di kilang dengan angka realisasi penyerapan lebih dari 7 persen di atas target. Sedangkan untuk produk kilang yang dihasilkan mengalami peningkatan lebih dari 11 persen dari target yang ditetapkan.
Tidak hanya itu, kilang Pertamina juga menghasilkan produk-produk utama kilang lebih tinggi hampir 4 persen di atas target. Produk produk-produk utama tersebut adalah Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Premium, Kerosene, Avtur, Solar & Biosolar, Dexlite, Pertadex, Paraxylene dan Benzene.
“Pencapaian kinerja operasional di Kilang Pertamina ini merupakan buah dari upaya sinergis dan kolaboratif dari Sumber Daya Manusia yang ada di lingkungan Kilang Pertamina. Hal ini semakin diperkuat dengan penerapan hasil inovasi secara berkesinambungan,” jelas Ifki.
Selain itu, sebagai wujud nyata komitmen terhadap pengelolaan lingkungan sepanjang tahun 2020, KPI berhasil mendapatkan pengakuan dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dalam ajang PROPER dengan raihan capaian tiga Proper Emas dan dua Proper Hijau. Salah satu contoh program unggulan yang dikembangkan adalah dari Kilang Pertamina Cilacap berupa program Sistem Desalinasi Air Berbasis Masyarakat (Sidesi Mas) di Dusun Bondan Desa Ujung Alang Kecamatan Kampung Laut, dan program Masyarakat Mandiri Pemanfaatan Nipah menjadi Bioetanol (Mak Mintol) di Desa Ujung Alang Kecamatan Kampung Lau.
“Kilang Pertamina bersinggungan erat dengan lingkungan sekitar termasuk masyarakat, melalui pengelolaan lingkungan yang baik, kami optimis dapat menjaga kesinambungan pengelolaan kilang demi pencapaian kinerja operasi yang semakin baik,” ujar Ifki.








Tinggalkan Balasan