, ,

Subholding Upstream Pertamina Raih SMAP ISO 37001:2016

Posted by

Jakarta, Petrominer – Subholding Upstream Pertamina mendapatkan sertifikat Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016. Sertifikat dari lembaga audit sertifikasi internasional, PT TUV NORD Indonesia, itu diserahkan dalam suatu acara yang digelar secara virtual, Jum’at (14/8).

Sertifikat diserahkan oleh Direktur TUV Nord Indonesia, Gede Bayu Wicaksana, kepada CEO Subholding Upstream Pertamina, Budiman Parhusip. Dalam prosesnya, perolehan sertifikasi ISO 37001: 016 ini melalui proses audit yang panjang.

Dengan sistem manajemen anti penyuapan berbasis pada SNI ISO 37001: 016, maka korporasi akan terlindungi karena telah berusaha melakukan upaya pencegahan terhadap potensi penyuapan yang kemungkinan terjadi di lingkungan kerjanya.

Peran manajemen serta pekerja sangat penting untuk dapat menyukseskan implementasi SMAP ini. Dukungan, dorongan, manajemen melalui peninjauan hingga evaluasi dari top manajemen hingga level pekerja. Begitu juga peran dan fungsi pengelola seperti FKAP dalam hal ini fungsi Compliance dan sekretariat sistem, yaitu fungsi Quality Management, baik Subholding Upstream maupun PT Pertamina (Persero) sangatlah penting untuk menjembatani dan memfasilitasi koordinasi sistem manajemen anti penyuapan antar fungsi dan proses kerja Pertamina yang sangat besar.

Budiman Parhusip memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat di dalam proses persiapan audit maupun pelaksanaan semua kegiatan kerja, sehingga sertifikasi SNI ISO 37001:2016 berhasil diperoleh oleh Subholding Upstream Pertamina.

Jajaran manajemen pun berharap sistem manajemen anti penyuapan ini tidak berhenti hanya pada saat sertifikat ini selesai. Dengan sertifikat yang telah diperoleh ini, maka semua pihak di lingkungan Subholding Upstream Pertamina diharapkan mampu membangun sistem yang lebih baik di masa mendatang.

“Dan tidak hanya berhenti di lingkungan kerja sendiri, tetapi diharapkan mampu menularkan kepada semua Perwira Pertamina serta seluruh stakeholder yang terlibat dengan korporasi Pertamina,” ujar Budiman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *