,

Noviyanto Diangkat Jadi President & GM Total E&P Indonesie

Posted by

Jakarta, Petrominer — Total Exploration & Production telah menunjuk Arividya Noviyanto sebagai President & General Manager Total E&P Indonesie (TEPI) dan Group Representative untuk Indonesia. Noviyanto menggantikan Hardy Pramono (2014 – 2016), yang akan memasuki masa persiapan pensiun.

“Noviyanto efektif memegang posisi baru ini sejak 1 Januari 2017,” ujar Head Department of Media Communication & Relations TEPI, Kristianto Hartadi dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Kamis (5/1).

Noviyanto sebelumnya menjabat sebagai Vice President of Finance, Human Resources, General Services, and Communication TEPI. Dia menjadi orang Indonesia kedua yang menduduki jabatan tertinggi di TEPI, salah satu afiliasi terbesar di Total SA.

Noviyanto adalah alumni Institut Pertanian Bogor (masuk tahun 1983 di jurusan Teknik Industri) dan Magister Management Universitas Indonesia (lulus 1995). Dia bergabung dengan TEPI tahun 1994, sebagai Senior Cost Controller.

Dari tahun ke tahun karirnya terus menanjak hingga ia dipercaya menjabat sebagai Finance Advisor for Northern Europe Zone (2002) di kantor pusat Total E&P di Paris. Kemudian menjadi Finance Controller pada Total E&P Nederland (2005) di Denhaag. Pada tahun 2007, dia dipromosikan menjadi VP Finance di TEPI, kemudian merangkap jabatan lagi sebagai VP Human Resources & General Services (2010), dan sebagai VP Communication (2012), sebelum akhirnya menjadi orang nomor satu di TEPI pada awal tahun 2017.

Transfer Operator

Dalam siaran pers itu, Noviyanto menjelaskan bahwa prioritas utama TEPI pada tahun ini adalah menahan penurunan produksi di Blok Mahakam dan di saat yang penting ini memastikan bahwa proses transfer operator Blok Mahakam ke Pertamina dapat berlangsung mulus.

Sebagaimana diketahui, TEPI (operator dengan 50% participating interest, 50% INPEX Ltd) akan mengakhiri kontraknya setelah hampir 50 tahun beroperasi di Mahakam PSC pada 31 Desember 2017. PT Pertamina Hulu Mahakam telah ditunjuk Pemerintah sebagai operator baru per 1 Januari 2018. Tahun 2017 ini akan menjadi krusial untuk proses transisi ini, dan untuk tujuan tersebut TEPI telah membentuk sebuah unit khusus pada Desember 2015 bernama Transition Mahakam Operatorship (TMO).

Meski mengoperasikan banyak lapangan tua di Blok Mahakam, menurut Noviyanto, TEPI dengan dukungan SKKMigas telah berhasil menjaga produksi tetap baik. Produksi gas (inlet) pada 2016 mencapai rata-rata 1,64 BCFD dan 64.000 BOD likuid (minyak dan kondensat).

Untuk tahun 2017, TEPI memproyeksikan produksi di Blok Mahakam mencapai 1,43 BCFD untuk gas, dan 53.000 BOD untuk likuid sebagaimana dinyatakan dalam Rencana Kerja dan Anggaran 2017 (WP&B 2017).

“Kami memproduksi minyak dan gas di blok yang sudah mature, sehingga penurunan produksi secara alamiah adalah tantangan yang harus kami kelola,” katanya.

Dia juga menambahkan bahwa tahun ini investasi TEPI akan lebih rendah dibandingkan tahun 2016. Hal itu terkait dengan situasi harga minyak dunia dan kontrak PSC yang menjelang berakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *