Jakarta, Petrominer – Sebagai bangsa yang besar, Indonesia harus mampu mendorong peningkatan produk dalam negeri yang berkualitas, termasuk Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Upaya ini dilakukan untuk bisa memenuhi kebutuhan konsumen dalam dan luar negeri.
“Kampanye #SemuanyaAdaDisini sangat pas, karena menunjukkan optimisme yang tinggi bahwa Indonesia mampu memproduksi kebutuhan sehari-hari kita,” kata Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, saat peluncuran secara virtual Kampanye Bangga Buatan Indonesia #SemuanyaAdaDisini, Rabu (1/7).
Gerakan nasional ini yang mengedepankan penjualan secara online (daring), salah satunya melalui marketplace, diyakini akan mengakselerasi perputaran ekonomi menjadi sarana pemerataan ekonomi di seluruh Indonesia. Gerakan ini juga menunjukkan keberpihakan produk-produk dalam negeri dan mendukung Industri Kecil dan Menengah (IKM) menjadi tuan rumah di dalam negeri.
“Sebagaimana arahan Presiden, target kita adalah dua juta UMKM masuk dalam eksosistem digital. Hari ini kita sudah memiliki total 8,6 juta yang masuk dalam ekosistem digital. Kita semua telah menunjukkan komitmen dengan memberikan berbagai dukungan bagi UMKM, seperti pelatihan daring, e-learning, hingga relaksasi perizinan,” ungkap Luhut.
Hal senada juga disampaikan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. Menurut Agus, Pemerintah terus berupaya meningkatkan penjualan produk lokal hasil produksi IKM nasional. Salah satu strateginya dengan meluncurkan kampanye #SemuanyaAdaDisini, sebagai bagian dari gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia yang dilaksanakan pada 1-15 Juli 2020.
“Langkah ini diharapkan semakin menumbuhkan industri nasional, agar mampu terus berkontribusi positif pada perekonomian. Kampanye ini membawa pesan utama, industri nasional telah mampu menghasilkan produk berkualitas untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Kampanye ini ingin mengajak masyarakat berbelanja produk industri dalam negeri, sekaligus mendorong IKM dapat memanfaatkan teknologi digital dalam strategi pemasarannya. Kampanye ini didukung sepenuhnya oleh asosiasi, pemerintah daerah, paguyuban, dan komunitas industri, dewan kerajinan nasional dan daerah, pelaku industri itu sendiri, serta seluruh masyarakat Indonesia.
Lebih lanjut, Agus menegaskan bahwa saat ini, kita memasuki era normal baru yang mengubah perilaku belanja masyarakat. Dampak pandemi telah mempercepat transformasi digital, baik untuk pelaku bisnis maupun masyarakat.
Berdasarkan data Bank Indonesia, terjadi lonjakan transaksi perdagangan online sampai 18,1 persen atau 98,3 juta transaksi pada Maret 2020, dengan nilai total transaksi meningkat 9,9 persen menjadi Rp 20,7 Triliun.
Penyelenggaraan kampanye #SemuanyaAdaDisini pun bersinergi dengan program e-Smart IKM. Hanya dalam waktu kurang dari 1 bulan sejak dibukanya pendaftaran pada 5 Juni 2020 lalu, sebanyak 2.925 IKM berpartisipasi dalam kampanye tersebut.
Menurut Menperin, capaian tersebut menunjukan potensi pemasaran produk melalui e-commerce. Pemanfaatan media digital untuk penjualan IKM juga sejalan dengan Peta Jalan Making Indonesia 4.0.
“Penjualan secara online memudahkan pemasaran hasil industri Indonesia yang sekaligus berguna untuk merevitalisasi IKM menuju Industry 4.0,” ujarnya.
Kisah Sukses IKM
Dalam rangkaian launching kampanye tersebut, digelar talkskhow bertema manfaat pemasaran online. Acara ini menghadirkan narasumber Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA), Kemenperin, Gati Wibawaningsih, Digital Indonesian e-commerce Association (IdEA), serta beberapa industri besar yang telah melakukan pembinaan kepada IKM.
Pada kesempatan itu, hadir juga para pelaku IKM yang bercerita tentang kisah sukses setelah berjualan melalui platform online marketplace, seperti IKM Kopi PT Sinar Prima Food, IKM alas kaki Brodo, serta IKM logam Variasi Motor Gajah Jaya dan Afif Jaya Pasuruan.
Menurut Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi Digital idEA, Bima Laga, sebagai salah satu wadah bagi UMKM untuk bisa mengembangkan usahanya, idEA dan seluruh anggotanya mendukung pemerintah dalam mendorong kemajuan ekonomi digital Indonesia.
Sementara Gati menegaskan bahwa Kemenperin terus berupaya membangun jejaring antara pelaku IKM sebagai bagian dari supply chain dengan industri besar. Mendekatkan IKM dengan industri berskala besar, akan memberikan peluang bagi IKM untuk berkembang dan berkontribusi dalam rantai pasok industri dalam negeri.
”Masuknya IKM dalam ekosistem digital merupakan cara yang efektif untuk memahami kebutuhan masyarakat dan tren permintaan, sehingga IKM tidak hanya dapat memproduksi barang-barang yang dapat terserap oleh pasar, namun juga terjadi link and match antara IKM dengan perusahaan besar dan menengah,” tegasnya.









Tinggalkan Balasan