Jakarta, Petrominer – Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, mengapresiasi kerja keras yang dilakukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk mendapatkan kinerja optimal tahun 2019. Pasalnya, aktivitas operasional hulu migas sepanjang tahun 2019 jauh lebih banyak dibandingkan tahun 2018.
“Adapun strategi SKK Migas dalam meningkatkan produksi migas nasional adalah mempertahankan tingkat produksi eksisting agar tetap tinggi dan transformasi sumber daya ke cadangan,” ujar Dwi Soetjipto, Selasa malam (31/12).
Dia menjelaskan, salah satu upaya untuk mempertahankan produksi existing tetap optimal adalah menggenjot pekerjaan workover dan well service. Sementara upaya menambah cadangan dan produksi dilakukan dengan pengeboran sumur baru dan survei seismik.
Sampai 31 Desember 2019 pukul 12.00, menurut Dwi Soetjipto, telah dilakukan pekerjaan workover sebanyak 821 atau 130 persen dibandingkan pencapaian tahun 2018 yang sebanyak 821 pekerjaan workover. Sementara untuk pekerjaan well service, dari target 29.260 di tahun 2019, telah diselesaikan 29.365 atau 100,4 persen.
“Untuk pekerjaan development wells drilling telah dicapai 320 drilling atau 105 persen dibandingkan target 2019 dan lebih besar 115 persen dibandingkan capaian tahun 2018,” paparnya.
Adapun untuk survei seismik 2D mencapai 12.169 km atau lebih besar 229 persen dari target 2019 sebesar 5.318 km. Untuk seismic 3D, mencapai 6.837 km atau 87 persen dari target 2019. Namun jika dibandingkan realisasi tahun 2018 yang sepanjang 1.188 km, capaian seismic 3D ini meningkat 475 persen.
“Tingginya target workover, well service, drilling, seismik 2D dan 3D di tahun 2019 dibandingkan 2018 menunjukkan kerja keras yang dilakukan oleh SKK Migas dan KKKS untuk mendapatkan kinerja optimal ditahun 2019. Patut disyukuri mayoritas target 2019 dapat dicapai, dan jika dibandingkan 2018 maka aktivitas operasional 2019 jauh lebih banyak dibandingkan 2018,” kata Dwi Soetjipto









Tinggalkan Balasan