Jakarta, Petrominer – Sebagai sub holding gas dan pionir pemanfaatan gas bumi di Indonesia, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) terus mendorong percepatan dan perluasan penggunaan gas bumi untuk rumah tangga. Ini merupakan bagian dari upaya memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai segmen pelanggan, termasuk rumah tangga.
Direktur Utama PGN Gigih Prakoso menjelaskan, program pembangunan jaringan gas rumah tangga (Jargas) tersebut dilakukan melalui tiga strategi.
Pertama, bekerjasama dengan Kementerian ESDM melalui pemanfaatan alokasi dana di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kedua, secara internal, PGN memiliki program jargas yang dibiayai secara mandiri oleh perusahaan. Ketiga dengan melibatkan investor dalam pembangunan jargas.
“Komitmen PGN adalah terus membantu dan bersama pemerintah memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai segmen pelanggan, termasuk rumah tangga. Kami percaya bahwa gas bumi sebagai energi yang ramah lingkungan, efisien, kompetitif dan sumbernya sangat besar di dalam negeri, sangat tepat untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional,” ujar Gigih, Kamis (26/12).
Di tahun 2020, menurutnya, rencana konstruksi jargas yang menggunakan dana APBN akan dibangun di 49 kabupaten/kota sebanyak 266.070 SR. Sedangkan dana mandiri PGN sebanyak 50.000 SR dan kerjasama dengan investor sebesar 500.000 sambungan.
Hal ini sejalan dengan rencana PGN untuk menggenjot layanan gas bagi industri maupun rumah tangga. Berbagai keunggulan layanan ditawarkan, seperti harga yang lebih efisien, pasokan yang stabil, serta jauh lebih ramah lingkungan.
Gigih menjelaskan bahwa untuk golongan Rumah Tangga 1 atau pun Pelanggan Kecil 1 berada di kisaran Rp 4.250 per M3. Harga ini masih lebih rendah dibandingkan harga LPG 3 kg yang disubsidi yaitu sekitar Rp 5.000 per M3.









Tinggalkan Balasan