, ,

Menteri Arifin Minta Percepatan Transisi Blok Rokan

Posted by

Jakarta, Petrominer – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif, minta agar proses transisi alih kelola Blok Rokan dari Chevron Pasific Indonesia ke PT Pertamina (Persero) bisa diselesaikan tahun depan. Dengan begitu, pelaksanaan pengeboran minyak dan gas bumi di blok migas tersebut juga bisa dipercepat.

Percepatan alih kelola tersebut, menurut Arifin, dilakukan guna mempertahankan tingkat produksi blok migas yang terletak di Provinsi Riau itu saat jatuh tempo alih kelola di tahun 2021 nanti. Dia pun segera meminta kepada Pertamina untuk menyiapkan dana untuk investasi pengeboran.

“Progres alih kelola antara kedua belah pihak terus berjalan. Kita sudah minta Pertamina proaktif, kemudian Chevron bisa membuka pintu, sudah. Tiap minggu Chevron sudah lapor. kemudian kita pertemukan dengan Pertamina,” jelas Arifin, Senin lalu (23/12).

Menurutnya, Pertamina sudah melakukan berbagai persiapan. Pertamina akan segera melaksanakan 20 pengeboran dari 72 target untuk bisa mempetahankan laju produksi. Namun, diakui masih terdapat beberapa persoalan administrasi dan persoalan penting lainnya antar kedua belah pihak yang bersifat Business to Business (B to B).

“Memang ada beberapa hal yang terkait regulasi dan juga kontrak administratif yang harus diselesaikan. Tapi tahun depan harus selesai,” tegas Arifin.

Pada 31 Juli 2018 lalu, Pemerintah melalui Kementerian ESDM memutuskan untuk memercayakan pengelolaan blok Rokan kepada Pertamina. Keputusan ini murni diambil atas dasar pertimbangan bisnis dan ekonomi setelah mengevaluasi proposal Pertamina yang dinilai lebih baik dalam mengelola blok migas tersebut.

Awal tahun 2019 lalu, produksi minyak blok Rokan mencapai 207.000 barel per hari atau setara dengan 26 persen produksi nasional. Blok migas dengan luas 6.220 kilometer ini memiliki 96 lapangan, di mana tiga lapangan berpotensi menghasilkan minyak sangat baik yaitu Duri, Minas dan Bekasap.

Blok Rokan merupakan blok minyak terbesar kedua di Indonesia. Tercatat, sejak beroperasi 1971 hingga 31 Desember 2017, total produksi blok Rokan mencapai 11,5 miliar barel minyak.

Untuk tahun 2020, SKK Migas menargetkan produksi blok Rokan bisa mencapai 161 ribu barel per hari atau turun dibandingkan target tahun ini yang sebesar 190 ribu barel per hari. Ini lantaran Chevron tidak lagi berinvestasi untuk aktivitastas apapun di blok Rokan pada tahun depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *