Jakarta, Petrominer — Wacana akuisisi PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) oleh PT PLN (Persero) terus berkembang. Pihak Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) pun menolak rencana tersebut.
Menurut Presiden FSPPB Noviandri, konsep pengambilalihan oleh PLN terhadap kepemilikan saham Pertamina di PGE merupakan bentuk unbundling Pertamina.
“Ini upaya pengkerdilan bisnis Pertamina dan akan menjadi bancakan pemburu rente dengan menggunakan tangan pemerintah,” kata Noviandri dalam konferensi pers di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Rabu (14/9).
Menurutnya tindakan akuisisi PGE oleh PLN bukanlah solusi tepat dalam rangka percepatan pemanfaatan energi panas bumi. Karena itulah, FSPPB meminta Presiden Joko Widodo untuk segera melakukan penguatan regulasi dan percepatan pengembangan panasbumi, terutama terkait iklim investasi dan tarif energi panasbumi.
FSPPB juga mengusulkan agar sesama BUMN seperti PGE dan PLN saling bersinergi dalam mengembangkan geothermal. PGE dan PLN diharapkan bisa membentuk joint venture saja. Usulan tersebut rencananya akan disampaikan oleh FSPPB kepada pihak Direksi PT Pertamina (Persero) dalam waktu dekat.
“Kami mengusulkan untuk membentuk joint venture baru antara PGE dan PLN pada Wilayah Kerja Panasbumi yang baru. Dengan begitu, dapat dimonitor dan dikontrol secara lebih sehat dan profesional,” jelas Noviandri.
Menurutnya, joint venture antara PGE dan PLN merupakan bentuk yang paling pas untuk meningkatkan pemanfataan panasbumi untuk kepentingan nasional.
“Bentuknya seperti apa terserah nanti, akan disepakati namanya apa antara Pertamina dan PLN. Dengan begitu masing-masing akan fokus kepada kegiatan masing-masing,” paparnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Serikat Pekerja PLN (SP PLN) Jumadis Abda. Menurutnya antar sesama BUMN harus saling bersinergi.
“Kata kuncinya bukan akuisisi. Akuisisi tidak boleh terjadi antara sesama BUMN. Yang perlu dilakukan adalah sinergi antara BUMN yang ada,” ucap Jumadis yang juga hadir di acara konferensi pers penolakan pengambilalihan PGE oleh PLN itu.
Sementara Ketua Serikat Pekerja PGE, Bagus Bramantyo, menambahkan bahwa akuisisi PGE oleh PLN akan menghambat pengembangan panasbumi yang sudah berjalan.
“Malah yang ada akan mematikan investasi yang sudah ada,” tegasnya.
Saat ini, PGE yang sudah berpengalaman sekitar 30 tahun di bidang usaha panasbumi tengah mengelola 22 Wilayah Kerja Panasbumi di berbagai wilayah Indonesia dengan kapasitas terpasang sebesar 490 MW.








Tinggalkan Balasan