, ,

Truly Charging Station Pertama di Indonesia

Posted by

Makassar, Petrominer – PT PLN (Persero) menjadikan Stasiun Penyedia Listrik Umum (SPLU) di kantor PLN ULP (Unit Layanan Pelanggan) Mattoanging di Jl. Mongonsidi, Kota Makassar, sebagai “Truly Parking and Charging Station” pertama di Indonesia. Infrastruktur ini untuk mendukung pengisilan ulang daya kendaraan masa depan.

“Salah satu terobosan kami adalah menyediakan SPLU pertama dengan format Truly Charging Station di Indonesia, di mana PLN menyediakan lahan parkir yang nantinya pengguna dapat melakukan kegiatan sembari mengisi daya mobilnya,” ujar General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Sulselrabar, Bambang Yusuf, Sabtu (2/3).

Charging station tersebut terletak di kawasan sentral bisnis di Makassar guna memudahkan akses bagi calon pengguna. Mobil listrik Kasuari, sebagai bagian dari PLN Blits Explore Sulawesi, melakukan pengisian daya di fasilitas tersebut, Jum’at (1/3).

Sehari sebelumnya, kendaraan listrik hasil kerjasama PLN dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) ini melalukkan charging (isi ulang) di Kantor PLN UP3 (Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan) Parepare untuk menuju ke Kota Makassar. Mobil listrik tersebut melakukan charging kurang lebih 4 jam.

Seiring dengan hal tersebut, ujar Bambang, PLN UIW Sulselrabar telah menyiapkan 103 SPLU yang tersebar di Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat. “PLN mendukung penuh akan pengembangan teknologi kendaraan listrik dengan menyiapkan infrastruktur SPLU untuk pengisian dayanya. Kami mendoakan supaya PLN ITS explore dapat juga sukses menjalankan misinya untuk keliling Indonesia menggunakan Mobil Listrik.”

Mobil Listrik

Sementara itu, Ketua Tim PLN ITS Explore Indonesia, Agus Mukhlisin, menjelaskan bila dibandingkan mobil konvensional pada umumnya, maka mobil listrik tersebut jauh lebih hemat dari sisi penggunaan energi. Dengan 1 Kwh, mobil listrik bisa menempuh jarak sejauh 5 km.

“Jadi 1 Kwh bisa menempuh 5 km. Perbandingannya kalau dengan bensin menempuh 10 km, dengan mobil listrik bisa sampai 25 km. Sementara untuk pengisian daya membutuhkan wkatu 4 jam. Jadi setiap menempuh jarak 150 km mesti dilakukan pengisian daya,” jelas Agus, yang merupakan mahasiswa Semester IV ITS.

Dia menargetkan perjalanan keliling Indonesia membutuhkan waktu selama lima bulan. Dia menyatakan yakin bahwa mobil dengan bertenaga listrik dengan energi masa depan karena energi listrik dari berbagai alternatif energi mulai dari energi terbarukan dan lama.

“Kalau pengalaman kami BBM susah apalagi solar sehingga bahan bakar akan habis, namun jika mobil listrik maka menjadi solusi masa depan dan kami mempersiapkan diri dan berkompetisi di kendaraan listrik,” tegas Agus.

Nantinya setelah bertolak dari Makassar mobil listrik tersebut akan singgah untuk melakukan pengisian daya di Pangkep, Parepare, Mamuju, Rantepao, Malili, Kolaka dan Kendari yang kurang lebih akan menempuh jarak 1.415 km dan waktu 10 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *