Jakarta, Petrominer – Akselerasi peran industri nasional yang kuat akan inovasi sangat dibutuhkan untuk mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi. Ini sejalan dengan upaya Pemerintah yang tengah gencar mencanangkan kebijakan industri nasional sebagai negara industri maju baru dan menargetkan sektor industri dalam negeri untuk mampu menopang pertumbuhan ekonomi.
Hal inilah yang mendasari Persatuan Insinyur Indonesia (PII) untuk menggelar Kongres XXI dan Dialog Nasional dengan mengangkat tema “Meningkatkan Profesionalisme Sumber Daya Keinsinyuran dan Penerapan Teknologi Cerdas: Mewujudkan Kedaulatan Industri Indonesia.” Kegiatan tersebut rencananya akan digelar di Padang, Sumatera Barat, pada 6-7 Desember 2018 mendatang.
“Momentum Kongres PII XXI dan Dialog Nasional ini merupakan salah satu langkah strategis dalam meluncurkan roadmap Making Indonesia 4.0 yang menargetkan Indonesia masuk dalam jajaran 10 besar ekonomi dunia tahun 2030 mendatang,” ujar Ketua Umum PII, A. Hermanto Dardak, Jum’at (16/11).
Hermanto menjelaskan, roadmap ini dapat menjadi pegangan bagi para industriawan untuk memahami langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah untuk menyongsong era industri 4.0 yang di tahap awal akan fokus pada 5 sektor prioritas. Kelima sektor itu adalah Industri Makanan dan Minuman, Industri Tekstil dan Busana, Industri Otomotif, Industri Elektronik dan Industri Kimia.
“Sektor prioritas tersebut diyakini mempunyai daya ungkit besar dalam hal penciptaan nilai tambah, perdagangan, besaran investasi, dampak terhadap industri lainnya serta kecepatan penetrasi pasar,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Penyelenggara, Made Dana Tangkas, menjelaskan bahwa tema yang diusung dalam Kongres PII XII merupakan isu utama yang juga menjadi langkah awal untuk mewujudkan kemajuan industri Indonesia dalam situasi ekonomi saat ini.
Kongres kali ini, jelas Made, sangat penting sebagai tonggak tantangan keinsinyuran dalam perkembangan teknologi yang semakin pesat. Khususnya memasuki revolusi industri generasi ke empat (Industry 4.0) yang diikuti oleh pemutakhiran seluruh sektor untuk menerapkan IOT (Internet Of Things).
“Tantangannya adalah memanfaatkan teknologi informasi untuk meningkatkan daya saing dan nilai tambah untuk berkontribusi dalam Indonesia yang mandiri dan maju. Seluruh daya akal dan tenaga perlu dapat dimaksimalkan untuk menjawab tantangan ini,” paparnya.









Tinggalkan Balasan