,

ICP Masih Menguat

Posted by

Jakarta, Petrominer — Perkembangan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Prices/ICP) pada bulan September 2016 masih melanjutkan tren kenaikan harga. Sementara harga minyak mentah di pasar internasional mengalami perubahan yang variatif.

Berdasarkan Laporan Perkembangan Pasar Minyak bulan September 2016 dari SKMIGAS, yang diterima Petrominer, Jum’at (7/10), dari hasil perhitungan Formula ICP, harga minyak mentah Indonesia pada bulan September 2016 mengalami kenaikan dibandingkan Agustus 2016.

ICP SLC/Minas naik US$ 1,33 per barel dari US$ 41,75 per barel menjadi US$ 43,08 per barel. Tren serupa juga dialami rata-rata ICP minyak mentah Indonesia, yang naik US$ 1,06 per barel dari US$ 41,11 per barel menjadi US$ 42,21 per barel.

Penguatan harga minyak mentah Indonesia tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar Internasional, yang mengalami perubahan bervariatif. Kondisi ini diakibatkan oleh beberapa faktor di antaranya adalah respon positif pasar atas hasil pertemuan negara-negara OPEC tanggal 28 September 2016, yang sepakat membatasi produksi sebesar 32,5 juta bph.

Berdasarkan publikasi IEA (International Energy Agency) di bulan September 2016, pasokan minyak mentah dari Non-OPEC di bulan Agustus 2016 mengalami penurunan 0.32 juta bph dibandingkan pasokan bulan Juli 2016.

Sementara berdasarkan laporan OPEC di bulan September 2016, proyeksi permintaan minyak mentah global tahun 2016 naik sebesar 0,01 juta bph dan produksi minyak mentah OPEC di bulan Agustus 2016 turun 0,02 juta bph.

Untuk kawasan Asia Pasifik, perubahan harga minyak juga bervariatif. Ini dipengaruhi oleh laporan yang menyebutkan bahwa permintaan produk minyak mentah Jepang dan Korea Selatan di bulan Juli 2016 mengalami peningkatan menjadi sebesar 2,4 juta bph.

Berikut perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional pada bulan September 2016 dibandingkan bulan sebelumnya:
– WTI (Nymex) naik US$ 0,43/bbl dari US$ 44,80/bbl menjadi US$ 45,23/bbl.
– Brent (ICE) turun US$ 0,04/bbl dari US$ 47,16/bbl menjadi US$ 47,12/bbl.
– Basket OPEC turun US$ 0,30/bbl dari US$ 43,10/bbl menjadi US$ 42,80/bbl.

ICP Oktober

Sementara itu, harga rata-rata minyak mentah Indonesia bulan Oktober 2016 diperkirakan terus menguat dibandingkan bulan sebelumnya. Harga diperkirakan bertahan pada kisaran antara US$ 43 – 45 per barel.

Sejalan dengan itu, harga rata-rata minyak mentah lainnya di pasar internasional juga menguat. WTI (Nymex) berkisar US$ 43 – 48 per barel, dan Brent (ICE) berkisar US$ 44 – 49 per barel.

Selama bulan Oktober, harga diperkirakan menguat menyusul kesepakatan Negara-negara OPEC untuk membatasi produksi sebesar 32,5 juta bph. Harga juga akan terdorong naik Karena terus melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat.

Namun harga bisa saja melemah. Faktor yang bisa menekan harga adalah kecenderungan meningkatnya produksi minyak mentah dari negara-negara Non OPEC, dan tetap tingginya stok minyak mentah negara-negara OECD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *