Samarinda, Petrominer – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menyerahkan bantuan pendidikan kepada 99 orang penerima manfaat dalam Program Bantuan Pendidikan Mahakam dan Pendampingan Sarjana Pesisir. Mereka adalah mahasiswa dari 15 perguruan tinggi dan perwakilan dari sarjana pesisir serta siswa-siswi SMA yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Secara simbolis, bantuan tersebut diserahkan kepada perwakilan mahasiswa dan siswa dalam sebuah acara yang berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (21/1).
Program Bantuan Pendidikan Mahakam merupakan bantuan pembiayaan pendidikan kepada mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan D3/D4/S1, S1 Linier Guru, dan S2 dari lima kecamatan di sekitar area operasi PHM dan berasal dari keluarga prasejahtera. Sedangkan Program Pendampingan Sarjana Pesisir diberikan kepada siswa-siswi SMA dan sederajat dari Kecamatan Anggana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Dalam sambutannya mewakili Pjs. GM PHM, Senior Manager Subsurface Development & Planning, Susan Syahdina, menyampaikan bahwa Bantuan Pendidikan Mahakam dan Pendampingan Sarjana Pesisir merupakan bagian dari komitmen PHM dalam pengembangan generasi muda tempatan di sekitar wilayah operasi melalui program CSR yang rutin dilaksanakan setiap tahun.
Menurut Susan, program tersebut telah memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera di sekitar wilayah operasi PHM. Program ini didukung oleh SKK Migas dan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai induk perusahaan.
Dia juga menyampaikan, pada tahun 2025 Bantuan Pendidikan Mahakam dan Beasiswa Sarjana Pesisir disalurkan kepada 19 penerima di Kecamatan Samboja, 37 di Muara Jawa, lima di Sangasanga, 28 di Anggana, dan 10 di Muara Badak. Program ini menjangkau 15 perguruan tinggi di Samarinda, Balikpapan, dan Tenggarong.
“Sejak program ini dicanangkan dan dijalankan pada tahun 2018 hingga 2025, total penerima manfaat telah mencapai lebih dari 700 mahasiswa,” paparnya.
Konsistensi
Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, mengapresiasi PHM atas konsistensinya dalam menghadirkan program-program pendidikan yang merupakan investasi paling menjanjikan bagi masa depan. Sunggono memotivasi para penerima bantuan agar tidak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan PHM melalui sikap giat belajar, berperilaku baik, dan terus memiliki semangat untuk maju.
Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Wilayah Kalimantan dan Sulawesi, Lely M. Sondakh, menyatakan bantuan pendidikan ini menjadi wujud nyata komitmen industri hulu migas dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di bidang Pendidikan.
Menurut Lely, sinergi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan industri hulu migas perlu terus diperkuat untuk mencetak generasi muda yang unggul, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan, demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, khususnya di Kalimantan Timur.
Sementara itu, Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, mengatakan komitmen Perusahaan untuk terus mendukung pengembangan kapsitas dan kemandirian masyarakat, khususnya di bidang pendidikan.
“Keterbatasan akses terhadap pendidikan tinggi yang berkualitas masih menjadi tantangan bagi keluarga prasejahtera di sekitar wilayah operasi Perusahaan, termasuk di wilayah operasi PHM, PHSS, dan PHKT. Faktor ekonomi, keterbatasan geografis, dan kondisi sosial budaya menyebabkan banyak lulusan SMA yang belum dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,” ujar Dony.
Selain Program Bantuan Pendidikan Mahakam, PHI bersama anak-anak perusahaannya, termasuk PHM, membuka akses bagi putra-putri terbaik Kalimantan dari keluarga pra-sejahtera untuk memperoleh beasiswa penuh melalui Program Beasiswa Sobat Bumi Kalimantan (BSBK).
“Program-program CSR di bidang pendidikan ini merupakan upaya dalam membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat untuk mendukung keberlanjutan operasi dan produksi migas perusahaan yang penting bagi ketahanan energi nasional sesuai Asta Cita pemerintah,” jelasnya.








Tinggalkan Balasan