Para petugas PLN sedang melakukan pemeriksaan dan pembersihan gardu distribusi yang terdampak banjir.

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) terus melakukan pemeriksaan dan pembersihan gardu-gardu distribusi yang terdampak banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) dan Banten. Sebagian besar gardu terdampak banjir kini telah menyala.

Hingga Sabtu (4/1) pukul 18.00 WIB, 97 persen gardu distribusi terdampak banjir telah menyala. Dari total 6.318 gardu distribusi terdampak banjir, PLN telah menyalakan sebanyak 6.121 gardu dan sisa 197 gardu masih dipadamkan sementara demi keamanan warga.

“Wilayah yang belum menyala merupakan wilayah yang masih terendam, atau wilayah tersebut dialiri oleh gardu yang sebagian wilayahnya masih terendam, sehingga demi keamanan PLN belum dapat menyalakan kembali aliran listriknya,” ujar Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka.

Menurut Suprateka, semua yang lokasi dan gardunya aman sudah menyala. Sementara yang belum, hanya yang masih terendam dan memang belum aman. Seperti di Kawasan Kedoya, Kepa Duri, dan sekitar Green Ville, karena memang kondisinya masih ada genangan air.

Di wilayah Cileuksa, Bogor, akses jalan juga masih ditutup oleh aparat keamanan dan belum bisa dilalui setelah dilanda banjir dan longsor. Hal ini membuat PLN belum dapat memeriksa kondisi gardu-gardu terdampak banjir dan longsor.

“Kawasan Bogor seperti Cileuksa dan Cisarua memang cukup parah, Kita belum bisa masuk ke wilayah tersebut untuk memeriksa kondisi gardu dan jaringan,” jelasnya.

Secara umum ketika gardu distribusi, jaringan listrik hingga sambungan ke rumah pelanggan dinyatakan aman, maka PLN akan meminta persetujuan dari warga yang diwakili oleh ketua RT/RW atau tokoh masyarakat dengan menandatangani berita acara yang menyatakan instalasi listrik di rumah warga aman.

Namun ketika instalasi rumah pelanggan mengalami kondisi yang belum aman, pelanggan dapat menghubungi posko-posko pelayanan PLN untuk meminta bantuan agar dilakukan pengecekan terhadap instalasi rumah yang mengalami gangguan.

“Sebelum menyalakan listrik di rumah, warga juga harus berhati-hati, pastikan peralatan listrik di rumah sudah bersih dan kering sebelum digunakan, karena ini juga berpotensi menyebabkan tersetrum,” tegas Suprateka.

Untuk yang wilayahnya masih mengalami pemadaman, PLN juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menggunakan genset dan menempatkannya dilokasi yang benar

“Mungkin masyarakat sangat ingin menyalakan listrik, karena listrik PLN belum aman untuk dinyalakan, warga menggunakan genset karena merasa rumahnya sudah aman dari banjir. Padahal instalasi listriknya masih belum aman, ini juga harus diperhatikan, karena berpotensi tersetrum,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here