,

63 Start-Up Indonesia Tampil di Hannover Messe 2021

Posted by

Jakarta, Petrominer – Sebanyak 63 perusahaan start-up Indonesia berpartisipasi dalam Hannover Messe 2021 Digital Version, yang dimulai hari ini Senin (12/4) sampai Jum’at (16/4). Dalam penyelenggaraan kali ini, Indonesia tampil sebagai official partner country.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan bahwa pelaksanaan Hannover Messe 2021 secara digital akan memberikan keuntungan bagi Indonesia. Kehadiran Indonesia sebagai official partner country secara digital akan berlangsung selama setahun, sehingga bisa dimaksimalkan untuk mempromosikan kemampuan teknologi industri di tanah air.

Forum bisnis tahunan ini mengusung tema “Industrial Transformation”. Sebagai official partner country, Indonesia melengkapinya dengan Tema “Making Indonesia 4.0.” Adapun tagline yang akan diusung dalam ajang Hannover Messe 2021 yaitu “Connect to Accelerate.”

Menurut Agus, Indonesia akan tampil dalam platform digital expo, conference, dan networking Hannover Messe 2021 Digital Edition.

“Melalui kekuatan perusahaan-perusahaan start-up, Indonesia sedang berusaha atau sedang dalam proses untuk menggerus kekuatan perusahaan-perusahaan start-up atau IT provider yang berasal dari India,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, dua perusahaan start up dari Indonesia yakni LAPI Divusi dan Solusi 247, yang bergerak di bidang big data analysis, kecerdasan buatan, dan radar untuk sektor komunikasi dan pertahanan, sebagai contoh start-up yang sudah banyak mendapat kontrak, termasuk dari AS dan negara-negara Eropa. Padahal biasanya, ini menjadi kekuatan dari India.

“Tetapi dengan kekuatan yang sistematis, kita mencoba untuk menggerus kekuatan IT perusahaan start-up India dengan menampilkan start up-start up Indonesia dalam forum Hannover Messe,” tegasnya.

Agus juga menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan start-up memiliki peluang besar mendapatkan kesepakatan bisnis. Karena itulah, Kemenperin akan terus mendorong agar para start-up dapat terus berdaya saing.

“Kami yakin start-up yang kami bawa akan bisa berjaya di ajang ini,” tandasnya.

Apalagi, partisipasi Indonesia sebagai official partner country akan membuka peluang untuk melakukan national branding atas posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru ekonomi dunia dan pemain manufaktur global. Hal ini juga sejalan dengan kampanye “Making Indonesia 4.0” yang merupakan inisiasi strategis dalam rangka revitalisasi industri nasional melalui adopsi teknologi, untuk menghadapi tantangan revolusi industri ke-4.

“Keikutsertaan Indonesia sebagai partner country didukung 156 eksibitor, yang terdiri atas kementerian dan lembaga, BUMN, perguruan tinggi, dan swasta nasional. Keikutsertaan ini diharapkan dapat meningkatkan investasi, kerjasama industri, dan kesepakatan bisnis. Lebih dari itu, diharapkan Indonesia semakin menunjukkan daya tariknya di lingkungan global,” ujar Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *