Konverter kit LPG 3 kg untuk nelayan.

Jakarta, Petrominer – Dalam upaya meningkatkan perekonomian nelayan dan petani kecil, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melanjutkan pelaksanaan program Pendistribusian Paket Perdana Konverter Kit (Konkit) LPG 3 kg untuk nelayan dan petani kecil di tahun 2020 mendatang. Program ini juga dalam rangka diversifikasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas guna mendukung ketahanan energi,

“Sebanyak 50.000 paket konkit akan disalurkan kepada para nelayan dan petani kecil di tahun 2020,” kata Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Rabu (26/6).

Program pembagian konkit LPG 3 kg tersebut menelan biaya sebesar Rp 432,5 miliar yang diambil dari Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) 2020.

Pembagian konkit kepada nelayan di tahun 2020 nanti mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Pada tahun 2016, realisasi konversi BBM ke LPG disitribusikan sebanyak 5.473 paket di 10 kabupaten/kota. Sementara tahun 2017, 17.081 paket konkit diterima oleh para nelayan di 28 kab/kota. Tahun 2018, nelayan di 53 kab/kota menerima 25.000 paket konkit. “Tahun 2019 ini kami targetkan sebanyak 13.305 paket konkit disalurkan di 36 kab/kota,” jelas Agung.

Khusus tahun 2019 dan 2020, selain bagi nelayan kecil, Pemerintah juga memberikan perhatian khusus kepada para petani kecil.

Rencananya, paket konkit LPG 3 kg untuk tahun 2020 akan didistribusikan ke 23 provinsi, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara.

Pendistribusian paket perdana konverter kit BBM ke LPG untuk nelayan kecil merupakan solusi penyediaan energi alternatif ramah lingkungan, mengurangi emisi gas karbon monoksida/gas buang, mengurangi kerusakan terumbu karang dan membantu mengelola ekonomi masyarakat nelayan menjadi lebih sejahtera. Pengurangan biaya BBM yang dinikmati nelayan setelah menggunakan LPG mencapai Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per hari.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here