, , ,

5 Inovasi yang Jadi Kunci Sukses Pertamina Drilling

Posted by

Jakarta, Petrominer – Hingga kini, PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) mengoperasikan 52 unit rig dan lebih dari 110 layanan non-rig di seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, Pertamina Drilling juga memperluas kiprahnya ke mancanegara seperti Malaysia, Timor Leste, kawasan Timur Tengah dan Afrika.

Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengataan seluruh aktivitas pengeboran, baik di daratan maupun lepas pantai,  dilakukan dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Seluruh kegiatan dilakukan dengan mengedepankan keberlanjutan, kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, serta menjaga hubungan sosial yang harmonis dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Dalam setiap pekerjaan, tidak hanya mempercepat waktu kerja, kami juga memastikan standar keselamatan, kualitas, dan efisiensi operasional tetap terjaga. Penyelesaian lebih cepat ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi pengeboran nasional mampu bersaing dan berkontribusi secara signifikan terhadap ketahanan energi Indonesia,” ungkap Avep dalam seminar ilmiah mahasiswa di Universitas Trisakti, Jakarta, awal Juli 2025 lalu.

Selama satu dekade terakhir, paparnya, Pertamina Drilling menunjukkan kinerja keselamatan yang terus membaik, dengan tingkat insiden di bawah rata-rata standar internasional. Budaya keselamatannya juga terus berkembang, dari reaktif pada tahun 2015, menjadi proaktif di tahun 2024, dan ditargetkan menjadi generatif di tahun 2030 mendatang.

“Kami percaya bahwa masa depan energi membutuhkan kolaborasi, inovasi, dan komitmen kuat terhadap keberlanjutan. Pertamina Drilling siap menjadi bagian penting dalam perjalanan itu,” tegas  Avep.

Inovasi Utama

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa dalam kegiatan operasional, Pertamina Drilling selalu berpegang pada pondasi strategi utamanya, yaitu efisiensi, keselamatan kerja, serta keberlanjutan energi. Tidak hanya berfokus pada efisiensi teknis, tetapi juga berkomitmen pada aspek lingkungan dan keselamatan kerja melalui adopsi teknologi mutakhir seperti AI (Artificial Intelligence) dan sistem terintegrasi.

Selanjutnya, transformasi teknologi yang dijalankan oleh Pertamina Drilling tersebut dituangkan dalam lima inovasi utamanya. Pertama, Integrated Project Management (IPM), sebagai one-stop service untuk konstruksi sumur. IPM ini mencakup rekayasa teknik pengeboran, supervisi, pengadaan material, hingga manajemen proyek.

“Inovasi ini mampu menekan biaya hingga 28 persen,” ujar Avep.

Kedua, Extended Reach Reservoir Access (ERRA). Teknologi ini memungkinkan pengeboran dengan jangkauan horizontal yang sangat panjang untuk mencapai reservoir yang sulit dijangkau secara konvensional. Teknologi ini memungkinkan akses ke cadangan energi yang terletak jauh dari lokasi rig.

“Teknologi ini memungkinkan akses ke reservoir hingga 25 kaki secara horizontal, delapan kali lebih dalam dari metode konvensional, dan berpotensi mampu meningkatkan produksi minyak hingga 10 kali lipat pada batuan pasir,” jelasnya.

Ketiga, Integrated CCS/CCUS Engineering & Supervisory Services (ICESS). Ini merupakan layanan teknik dan pengawasan untuk proyek Carbon Capture and Storage (CCS) atau Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS). Dengan begitu, Pertamina Drilling memposisikan diri dalam rantai nilai CCS/CCUS, khususnya di sisi penyimpanan CO₂ yang menjadi potensi besar Indonesia dalam dekarbonisasi.

“Layanan ini menjadi bagian penting dalam transisi energi menuju emisi karbon rendah,” ujar Avep.

Keempat,  iGOS (Integrated Gas Monitoring System). Ini adalah sistem pemantauan gas terintegrasi yang dirancang untuk mendeteksi kebocoran gas secara dini, melalui sensor dan sistem alarm otomatis. Sistem ini dapat dipasang di fasilitas produksi dan area pengeboran.

“iGOS mengintegrasikan pembacaan sensor gas secara real-time dan dikombinasikan dengan data cuaca untuk pemodelan sebaran gas, mendukung respons cepat jika terjadi insiden,” jelasnya.

Kelima, AI-SEE-U (AI HSSE Monitoring System). Ini adalah sistem pemantauan keselamatan kerja berbasis AI, yang memanfaatkan teknologi computer vision untuk mengawasi area kerja, mendeteksi pelanggaran prosedur HSSE, dan memberikan peringatan otomatis. Sistem pengawasan HSSE berbasis vision AI ini mampu meningkatkan pengawasan keselamatan kerja di lokasi rig, serta meminimalkan potensi insiden akibat kelalaian manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *