Konversi BBM ke BBG bagi nelayan. Paket perdana tersebut terdiri dari mesin kapal, konverter kit serta pemasangannya, dan tabung khusus LPG beserta isinya. (Pertamina)

Sidoarjo, Petrominer – Sebanyak 196 nelayan kecil se Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mendapat paket konversi BBM ke LPG. Ini merupakan salah satu upaya Pemerintah agar masyarakat dapat merasakan manfaat dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara langsung.

Secara simbolis, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan membagikan paket konversi BBM ke LPG tersebut di Desa Kalisampurno, Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (1/3).

Dalam sambutannya, Jonan menyampaikan bahwa penggunaan LPG sebagai bahan bakar melaut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penghematannya dapat mencapai Rp 30.000 hingga Rp 50.000 per hari. Ini merupakan jumlah yang cukup besar bagi para nelayan kecil.

“Program konkit ini sebenarnya ditujukan supaya biaya operasional lebih rendah, sehingga pendapatan kita sebagai nelayan itu bisa membaik,” ungkapnya.

Program ini juga merupakan upaya Pemerintah menyediakan energi alternatif yang dapat digunakan masyarakat, termasuk nelayan. LPG lebih ramah lingkungan karena emisi yang dihasilkan lebih kecil dibandingkan dengan BBM. Konversi BBM ke LPG menjadi bentuk perlindungan lingkungan untuk generasi anak-cucu kita yang akan datang.

Mensukseskan program konversi BBM ke LPG bukan hanya menjadi tugas Pemerintah saja, namun juga membutuhkan partisipasi dan kerja sama semua pihak. Mulai dari penyediaan alokasi gas bumi, penjaminan ketersediaan dan pengoperasian.

“Untuk itu, rekan-rekan dari Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Swasta diharapkan dapat terus terlibat sehingga program konversi penggunaan BBM ke LPG bagi nelayan dapat dirasakan manfaatnya dan berjalan berkesinambungan,” ujar Jonan.

Paket konversi BBM ke LPG yang dibagikan terdiri dari mesin penggerak, tabung LPG 2 unit beserta isinya, konverter kit berikut aksesorisnya (reducer, regulator, mixer,dll) serta as panjang dan baling-baling.

Sesuai dengan Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi No. 0116.K/10/DJM.I/2018, nelayan calon penerima paket perdana konverter kit diusulkan oleh dinas yang membidangi kelautan dan perikanan daerah, memiliki kapal dengan ukuran lebih kecil atau sama dengan 5 GT (Gross Ton), berbahan bakar bensin, kapal yang digunakan memiliki daya mesin lebih kecil atau sama dengan 13 HP (Horse Power), jenis alat tangkap yang digunakan adalah alat tangkap yang ramah lingkungan, belum pernah menerima bantuan sejenis dan memiliki Kartu Nelayan/Kartu Kusuka.

Tahun 2016, Pemerintah telah membagikan 5.473 paket konkit di 10 kabupaten/kota. Tahun 2017 sebanyak 17.081 paket di 28 kota/kabupaten, dan tahun 2018 dilaksanakan pembagian sebanyak 25.000 unit paket perdana konverter kit di 53 kabupaten/kota.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here