Bengkulu, Petrominer – PT PLN (Persero) menerangi desa terpencil di Bengkulu dengan listrik bersumber dari pemanfaatan energi baru terbaru (EBT). Ini ditandai dengan penyerahan bantuan berupa Alat Penyalur Daya Listrik (APDAL) dalam program PLN Peduli bagi warga Desa Lebong Tandai, Kabupaten Bengkulu Utara.

Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN, M. Ikbal Nur, menuturkan bahwa hadirnya APDAL akan meningkatkan kualitas listrik warga Desa Lebong Tandai. Sebelumnya, mereka hanya memanfaatkan listrik sebagai penerangan dari Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE).

“Semoga adanya listrik PLN dapat memenuhi harapan masyarakat, saudara-saudara kita yang tentu sangat mendambakan listrik menyala di rumah mereka,” kata Ikbal akhir pekan lalu.

APDAL dapat menyediakan daya listrik bagi warga yang rumahnya tidak bisa dijangkau jaringan listrik. Pengisian daya listrik dapat dilakukan melalui Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL) yang dibangun dengan memanfaatkan EBT lokal bertenaga air yang bersumber dari Sungai Lusang.

Program PLN Peduli senilai Rp 380 juta juga direalisasikan dalam bentuk perbaikan dan penambahan unit pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 4×15 kilowatt yang mampu menyuplai tenaga listrik untuk 150 rumah. Sebanyak 30 unit APDAL berdaya masing-masing 500 watt diberikan kepada warga yang rumahnya tidak terjangkau jaringan listrik dari pembangkit listrik tersebut.

Selain itu, PLN juga berhasil menyambungkan listrik ke Desa Langgar Jaya, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, melalui jaringan listrik. Hadirnya listrik ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Untuk mengalirkan listrik ke Desa Langgar Jaya, PLN membangun jaringan tegangan menengah sepanjang 10,2 kilometer sirkuit (kms), jaringan tegangan rendah 4,2 kms, serta 4 gardu distribusi dengan total investasi Rp 2,127 miliar.

“PLN berharap jaringan listrik yang telah dibangun dapat dijaga dengan sebaik-baiknya, terutama kehandalannya, dengan bekerja sama membantu petugas PLN untuk membantu membersihkan atau merelakan tanam tumbuh yang dilewati jaringan listrik untuk dipotong dengan jarak aman 3 meter terhadap jaringan listrik,” ujar Ikbal.

Dengan terlistrikinya Desa Langgar Jaya, angka rasio elektrifikasi di Provinsi Bengkulu meningkat menjadi 99,93 persen, dengan penambahan jumlah desa berlistrik PLN menjadi 1.512 desa. PLN menargetkan seluruh desa di Bengkulu bisa menyala 100 persen pada tahun 2022.

Gurbernur Bengkulu, Rohidin Mersyah, menyampaikan bahwa dengan pembangunan jaringan listrik dan program PLN Peduli dari PLN, serta didukung dengan komitmen Pemerintah Daerah untuk meningkatkan prasarana jalan di tahun depan, diharapkan dapat meningkatkan geliat ekonomi masyarakat.

“Juga kami berpesan untuk kita meningkatkan semangat gotong royong, saling guyub rukun agar tercipta suasana yang harmonis dan kondusif yang akan meningkatkan kehidupan sosial dan ekonomi,” ujar Rohidin.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here