Jakarta, Petrominer – PT Elnusa Tbk (Elnusa) konsisten melaksanakan berbagai program unggulan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pekerja terhadap Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di seluruh lini operasional. Hal ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan.
Sepanjang tahun 2025, anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina ini mencatat capaian kinerja HSSE yang positif, baik dari sisi indikator lagging maupun leading.
“Hasil kinerja HSSE 2025 menunjukkan bahwa budaya keselamatan dan kepemimpinan yang konsisten menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bertanggung jawab,” ungkap Manager Corporate Communication Elnusa, Jayanty Oktavia Maulina, Rabu (14/1).
Jayanty menjelaskan, penguatan tata kelola HSSE tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif pimpinan perusahaan dengan menyelenggarakan 145 Management Walkthrough (MWT) untuk memantau penerapan standar keselamatan di lapangan. Tingkat partisipasi manajer dalam kegiatan ini mencapai 100 persen, yang mencerminkan tingginya komitmen kepemimpinan terhadap keselamatan kerja.
Selain itu, pelatihan Mandatory HSSE (Virtual Demo Room, HSSE Culture dan Stress Management) berhasil diikuti oleh seluruh pekerja, dengan tingkat pelaksanaan mencapai 100 persen.
Dalam aspek lingkungan, Elnusa konsisten dalam kontribusi dekarbonisasi yang signifikan. Pada tahun 2025, Elnusa mencatat pengurangan emisi karbon sebesar 3.079 ton CO₂e, melampaui target yang ditetapkan. Ini menjadi kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi dan pencapaian target keberlanjutan perusahaan.
Disisi lain, Elnusa melaksanakan 1.475 kegiatan drill di seluruh wilayah operasi, serta mencatat 99 persen penyelesaian Hazard Observation Card (HOC), mencerminkan budaya proaktif dalam mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya di lingkungan kerja. Insiden yang terjadi sepanjang tahun tercatat dalam kategori ringan dan dapat ditangani sesuai prosedur, terdiri dari dua Medical Treatment Case (MTC) dan tujuh First Aid Case (FAC).
Seluruh kejadian tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran berkelanjutan (continuous improvement) untuk memperkuat pengendalian risiko dan budaya keselamatan kerja. Sepanjang tahun 2025, Elnusa mencatatkan Total Recordable Incident Rate (TRIR) sebesar 0,09, berada di bawah threshold 0,20, serta Number of Accident (NoA) sebesar 0,00 yang mencakup tidak adanya kejadian fatality, oil spill di atas 10 KL, maupun kerusakan aset dengan nilai kerugian lebih dari US$ 5 juta.
Elnusa juga konsisten dalam penerapan Corporate Life Saving Rules (CLSR), khususnya pengendalian risiko Line of Fire, terus diperkuat sebagai standar perilaku kerja yang wajib dipatuhi, sejalan dengan prinsip zero tolerance terhadap risiko keselamatan yang berdampak serius.
“Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat sistem, budaya, dan kepemimpinan HSSE guna mendukung keberlanjutan bisnis dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Jayanty.








Tinggalkan Balasan