
Bogor, Petrominer — Wartawan Mancing Indonesia (WMI) mendorong kemandirian ekonomi penyandang disabilitas melalui pelatihan budidaya ikan air tawar dalam rangka memperingati HUT ke-9 WMI. Kegiatan yang digelar melalui program WMI Peduli tersebut berlangsung di Pemancingan Ayam Jago, Kota Bogor, Sabtu (26/9).
Mengusung tema “Sembilan Tahun Mengabdi, Sinergi Wartawan dan Korporasi Dorong Kemandirian Komunitas Difabel Lewat Pelatihan Keterampilan Budidaya Ikan Air Tawar, Ciptakan Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas, dan Santunan Anak Yatim,” kegiatan ini melibatkan komunitas Disabled Motorcycle Community (DMC) JABODETABEK.
Ketua Pelaksana HUT ke-9 WMI, Rama Julian Saputra, mengatakan program pemberdayaan tersebut merupakan bentuk pengabdian nyata para jurnalis dari berbagai media massa nasional kepada masyarakat. Sebanyak 42 perwakilan penyandang disabilitas hadir untuk mengikuti pelatihan budidaya ikan air tawar yang memadukan teori dan praktik.
“Bersama Penyandang Disabilitas Kita Galang Ketahanan Pangan Nasional,” kata Rama, menjelaskan semangat yang mendasari program tersebut.
Menurutnya, pelatihan itu bertujuan memberdayakan penyandang disabilitas melalui pelatihan dan pendampingan budidaya ikan air tawar agar mandiri secara ekonomi. Program tersebut juga menjadi sarana untuk membangun sinergi antara insan pers, korporasi, dan komunitas penyandang disabilitas dalam mendukung ketahanan pangan.
WMI juga mendorong terciptanya model pemberdayaan inklusif yang dapat diterapkan di daerah lain. Kegiatan tersebut sekaligus diharapkan meningkatkan kepedulian publik terhadap potensi dan peran penyandang disabilitas melalui pemberitaan positif.

Dalam rangkaian kegiatan sosial, WMI memberikan santunan kepada 30 anak yatim dan piatu. WMI juga memberikan pelatihan serta menyediakan fasilitas kolam yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan air tawar.
Rama mengatakan, kehadiran WMI tidak hanya berkaitan dengan aktivitas memancing, tetapi juga diarahkan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan melalui kegiatan sosial serta kepedulian terhadap lingkungan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan alam.
“Kami berharap kehadiran WMI bisa memberikan manfaat, khususnya kepada anggota, umumnya kepada masyarakat, dan WMI hadir bersama untuk membangun bangsa dan NKRI, dan bersama mitra, korporasi, serta pemerintah,” katanya.
Perwakilan DMC, Frengky Widagdo, mengapresiasi pelatihan yang diberikan WMI. Menurut dia, teori dan praktik budidaya ikan air tawar yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk diterapkan secara mandiri.
“Ilmu yang bermanfaat untuk dapat dipraktekan nanti, dan bisa menciptakan ekonomi mandiri,” ujarnya.
Rangkaian HUT ke-9 WMI ditutup dengan kegiatan fun fishing di Pemancingan Ayam Jago, Jl. Kampung Rawajati, Desa Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor. Fun fishing tersebut diikuti 40 anggota WMI, enam perwakilan korporasi, 42 penyandang disabilitas, 30 anak yatim dan piatu, serta tujuh pekerja lokal.









Tinggalkan Balasan