
Sidoarjo, Petrominer — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, secara khusus meninjau pembangunan jaringan gas kota (jargas) di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (11/8). Kunjungan ini untuk melihat secara langsung progres pembangunan proyek yang dibiayai dengan APBN 2017 sebesar Rp 37,8 miliar.
Proyek pembangunan jaringan gas kota dilakukan oleh Kementerian ESDM setiap tahunnya. Ini dilakukan untuk mendorong rumah tangga dan pelanggan kecil bisa memanfaatkan gas alam sebagai bentuk diversifikasi energi.
Tahun 2017, Kementerian ESDM menargetkan pembanguann jaringan gas kota sebanyak 59.809 sambungan rumah tangga (SR) di 10 kota. Pada tahun 2019, sesuai Rencana Strategis Kementerian ESDM, program jaringan gas kota diharapkan bisa menjangkau 1,2 juta SR (kumulatif) di berbagi wilayah kabupaten/kita di Indonesia.
Infrastruktur jargas di Kabupaten Mojokerto ini mendapatkan alokasi gas dari Kangean Energy Indonesia sebesar 0,25 MMSCFD. Jargas ini merupakan penugasan Pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) melalui APBN TA 2017, yang didedikasikan untuk 5.101 SR di Kecamatan Ngoro, dengan nilai kontrak sebesar Rp 37,8 miliar. Sementara pekerjaan ini digarap oleh anak usaha Pertamina, PT Pertamina Gas (Pertagas).
Jargas di Kota dan Kabupaten Mojokerto dengan nilai kontrak total sebesar Rp 87,3 M ini akan menyusul Surabaya dan Sidoarjo yang sebagian warganya telah memanfaatkan gas bumi untuk kebutuhan rumah tangga.
Dalam kunjungannya Minggu pagi, Jonan diidampingi Wakil Bupati Mojokerto, Pungkasiadi dan Direktur Utama Pertagas, Suko Hartono. Rombongan meyaksikan penyambungan pipa PE (Poly Ethylene) sambungan rumah berdiameter 125 mm.
“Jika tidak ada kendala, Pertamina menargetkan proyek jargas Kabupaten Mojokerto ini akan selesai sesuai kontrak pada 31 Desember 2017, jumlahnya sekitar 5.101 SR,” jelas Suko.
Dalam kunjungan tersebut, Jonan juga menyempatkan mampir di Pondok Pesantren Manbaul Hikam di Desa Putat, Sidoarjo untuk melihat proyek jargas Kementerian ESDM yang telah dimanfaatkan.
“Di Sidoarjo ini menjadi contoh bahwa jargas juga bermanfaat tidak hanya untuk rumah tangga tapi juga untuk kebutuhan memasak para santri di pondok pesantren,” ujar Suko.
Saat ini, terdapat 10.350 SR di Sidoarjo yang dibangun menggunakan APBN Tahun Anggaran (TA) 2010, 2011, 2012 & 2014 yang dikelola Pertamina. Adapun suplai gas diperoleh dari PT Lapindo Brantas Inc, dengan total alokasi sebesar 0,4 MMSCFD.
Menurut Jonan, kehadiran jaringan gas kota ini memudahkan masyarakat dalam beraktifitas khususnya untuk urusan dapur. “Karena hemat, praktis, aman dan suplai gas mengalir 24 jam,” ujar Jonan.


























