
Jakarta, Petrominer — PT United Tractors Tbk (UT) melalui UT School terus memperkuat pendidikan vokasi untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja industri, termasuk membuka peluang bagi lulusan untuk berkarier di pasar global. Upaya tersebut ditandai dengan upacara kelulusan 272 peserta Program Mekanik Alat Berat UT School Nasional Batch-38 yang digelar di UT Corporate University, Jakarta, Rabu (2/9).
Mengusung tema “Menciptakan Generasi Unggul Berstandar Internasional untuk Kebermanfaatan dan Keberlanjutan bersama Mitra Industri dan Pendidikan,” acara wisuda tersebut menjadi momentum bagi UT School untuk memperkuat kontribusinya dalam mencetak tenaga kerja terampil dan tersertifikasi.
Direktur UT School Mochamad Hamdan Aziz mengatakan, kelulusan Batch-38 menambah jumlah tenaga terampil yang telah dihasilkan UT School untuk memenuhi kebutuhan industri.
“Hari ini, kita meluluskan 272 wisudawan UT School Nasional program Mekanik Alat Berat. Hingga saat ini, UT School telah meluluskan 9.445 alumni program CSR reguler yang tersebar di seluruh Nusantara,” ujar Aziz.

Menurutnya, sebagian lulusan UT School juga telah memasuki pasar kerja internasional. Sebanyak 212 alumni telah berhasil bekerja atau menjalani proses persiapan kerja di Jepang. Dari jumlah tersebut, 202 alumni telah bekerja sejak 2021, sementara 10 alumni lainnya tengah menjalani pelatihan bahasa dan budaya sebelum diberangkatkan pada September 2026.
Peluang berkarier di luar negeri juga diperluas melalui kolaborasi dengan mitra industri. Saat ini, UT School tengah melakukan seleksi untuk memenuhi kebutuhan 26 mekanik melalui Scania yang akan ditempatkan di Taiwan, Jepang, Jerman, dan Selandia Baru.
Secara keseluruhan, program mitra usaha UT dan program support CSR non-reguler telah menghasilkan 44.608 lulusan. Jika digabungkan dengan lulusan program CSR reguler, UT School telah mencetak 54.058 lulusan yang dipersiapkan untuk memasuki dan berkembang di dunia industri.
Pengembangan kompetensi tidak hanya dilakukan melalui penguatan kemampuan teknis. UT School juga mengintegrasikan sertifikasi profesi, kemampuan Bahasa Inggris, serta pemanfaatan teknologi dalam proses pembelajaran, mulai dari Learning Management System (LMS), Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), hingga 3D printing.
Pembelajaran tersebut juga diperkuat dengan budaya INSANI yang mencakup Integritas, Santun, Ahli, dan Berani. Dengan pendekatan ini, peserta didik tidak hanya dibekali keterampilan teknis, tetapi juga karakter yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia kerja.
Sinergi Pendidikan dan Industri
Kolaborasi antara pendidikan vokasi dan dunia industri turut ditampilkan dalam rangkaian wisuda melalui video kompilasi siswa Batch-38 dan penampilan seni tari dari SMK Prestasi Agung, yang merupakan bagian dari Sekolah Binaan UT (SOBAT).
Pada kesempatan yang sama, UT School bersama Divisi CSR UT dan YKBUT Press meluncurkan buku “Dasar-Dasar Teknik Alat Berat: Product Knowledge untuk SMK.” Buku tersebut sekaligus diserahkan hak ciptanya kepada UT sebagai bagian dari upaya memperluas akses terhadap pengetahuan teknis yang relevan bagi pendidikan vokasi.
Rangkaian wisuda juga diisi dengan penyerahan simbolis Sertifikat Kompetensi. Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Syamsi Hari, mengapresiasi konsistensi UT School dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri serta mendorong peningkatan tenaga kerja tersertifikasi di Indonesia.
Melalui pendidikan berbasis industri, sertifikasi profesi, pemanfaatan teknologi, serta kemitraan dengan dunia usaha dan pendidikan, UT School terus memperkuat perannya sebagai penghubung antara lembaga pendidikan dan kebutuhan tenaga kerja. Langkah tersebut diarahkan untuk menyiapkan lulusan dengan kompetensi dan karakter yang mampu berkontribusi di pasar kerja nasional sekaligus membuka peluang berkarier di tingkat global.








Tinggalkan Balasan