Pendistribusian paket perdana Konversi BBM ke BBG untuk Mesin Pompa Air Petani Sasaran Tahun 2020 ditutup di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Banyumas, Petrominer – Pendistribusian paket perdana Konversi BBM ke BBG untuk Mesin Pompa Air Petani Sasaran Tahun 2020 ditutup di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sebanyak 223 unit dibagikan untuk petani yang tersebar di 23 kecamatan di wilayah ini.

Penyerahan secara simbolis paket perdana digelar di Kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyumas, Jum’at (20/11). Dihadiri oleh Sesditjen Migas, Kementerian ESDM, Iwan Prasetya Adhi, Ketua Komisi VII DPR Sugeng Suparwoto, Wakil Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyumas Widarso, perwakilan PT Pertamina, (Persero) serta perwakilan petani penerima manfaat.

Menurut Iwan, program ini merupakan pelaksanaan Perpres Nomor 38 Tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Penangkap Ikan bagi Nelayan Sasaran dan Mesin Pompa Air untuk Petani Sasaran. Dilaksanakan sejak tahun 2019, ada 1.000 paket telah dibagikan. Kemudian tahun 2020, dibagikan 10.000 paket konversi di 24 kabupaten/kota.

“Untuk tahun 2021, rencananya akan didistribusikan sejumlah 28.000 paket perdana,” jelasnya.

Para petani penerima manfaat diharapkan dapat memanfaatkan dan merawat dengan baik, serta tidak memperjualbelikan paket perdana tersebut karena merupakan bantuan Pemerintah.

“Biasanya masa kritis (keuangan) itu menjelang tahun ajaran baru. Jangan dijual ya. Mudah-mudahan bantuan ini dapat berdampak pada perekonomian petani yaitu mengurangi biaya operasional sampai dengan 50 persen,” ujar Iwan mengingatkan.

Pesan yang sama juga disampaikan Ketua Komisi VII DPR. Selain menghemat biaya bahan bakar, penggunaan LPG juga lebih ramah lingkungan. Ini sejalan dengan tuntutan dunia akan lingkungan yang bersih.

“Meskipun gas ini juga energi fosil, namun lebih bersih ketimbang bensin,” ujar Sugeng.

Penggunaan 1 tabung LPG ekuivalen dengan 5 liter BBM. Dari sisi perawatan, mesin berbahan gas lebih mudah. Apabila terjadi kerusakan atau kendala terkait mesin pompa ini, Pemerintah juga telah menyediakan layanan purna jual.

Tidak semua petani dapat bantuan paket perdana ini. Syaratnya, petani pemilik lahan dengan luas lahan maksimal 0,5 hektar, untuk transmigrasi maksimal 2 hektar dengan menunjukan dokumen kepemilikan lahan, memiliki identitas petani yang direkomendasikan oleh kepala desa/camat, dan disahkan oleh kepala daerah dan atau kepala dinas pertanian setempat.

Selain itu, memiliki identitas KTP, KK dan Kartu Tani, memiliki pompa air dengan mesin pengerak lebih kecil 6,5 HP, belum pernah menerima bantuan yang sejenis (mesin pompa air) dan mesin pompa air yang dimiliki berbahan bakar bensin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here