Morowali, Petrominer — PT PLN (Persero) melakukan pengoperasian perdana (energize) jaringan transmisi di Morowali, Sulawesi Tengah, yakni Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) bertegangan 150 kilovolt (kV) Kolonedale–Bungku dan Gardu Induk (GI) 150 kV Bungku (New).
General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi, Wisnu Kuntjoro Adi, mengatakan pengoperasian infrastruktur baru ini merupakan bagian dari upaya PLN menghadirkan listrik yang andal dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia. Langkah ini juga untuk mewujudkan swasembada energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
betwild
“Pengoperasian GI Bungku dan SUTT Kolonedale–Bungku tidak hanya memperkuat sistem kelistrikan, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara untuk menghadirkan harapan baru bagi lebih dari 82 ribu pelanggan di 137 dusun dan 45 desa di wilayah Bungku,” ujar Wisnu, Kamis (17/7).
Dia menyebutkan infrastruktur ketenagalistrikan ini dapat diselesaikan dengan dukungan dari beberapa pihak terkait.Apresiasi pun disampaikan kepadamasyarakat, pemerintah daerah, aparat dan seluruh stakeholder yang telah mendukung pembangunan dan pengoperasian SUTT 150 kV Kolonedale–Bungku dan Gardu Induk (GI) 150 kV Bungku (New).
Lebih lanjut, Wisnu menjelaskan jaringan transmisi ini terdiri dari 254 tower yang terbentang sepanjang 162,5 kilometer sirkit (kms) dan GI Bungku dengan kapasitas 30 megavolt ampere (MVA). Infrastruktur ini mampu menyalurkan pasokan tambahan bagi pelanggan sekitar 16,8 megawatt (MW), sehingga bisa menutup defisit pasokan listrik sebesar 5 MW yang sebelumnya dialami wilayah Bungku.
“Tidak hanya itu, kehadiran proyek ini juga akan menekan Biaya Pokok Penyediaan (BPP) listrik,” jelasnya.
Wisnu menekankan bahwa kehadiran infrastruktur ini juga akan mengoptimalkan pasokan listrik dari PLTA Poso. Dengan begitu, sistem kelistrikan Morowali kini lebih ramah lingkungan dan berkontribusi nyata pada penurunan emisi karbon.
Gantikan PLTD
Sementara itu, Bupati Morowali, Iksan Baharudin Abdul Rauf, menyampaikan bahwa pengoperasian infrastruktur ini merupakan capaian monumental dalam mendukung ketahanan energi serta peningkatan pelayanan dan keandalan kelistrikan di wilayah Morowali. Tentunya, ini akan berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi Morowali yang memiliki target 12,9 persen sebagaimana tercantum dalam rencana pembangunan daerah.
“Kami berharap aktivitas UMKM serta industri dapat berjalan lancar. Ini juga menjadi kabar baik bagi para investor,” ujar Iksan.
Kehadiran infrastruktur ini akan menggantikan peran Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Bahoruru yang sebelumnya menjadi sumber listrik utama di wilayahnya. Penggunaan PLTD yang berbasis bahan bakar fosil tidak hanya menjadi sumber energi yang mahal, namun juga tidak ramah lingkungan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada jajaran PLN atas kesungguhan dan komitmennya menyelesaikan infrastruktur kelistrikan yang sangat krusial ini,” ungkapnya.









Tinggalkan Balasan