Perkembangan harga minyak mentah Indonesia Periode 2018-2020.

Jakarta, Petrominer – Sungguh besar dampak dari wabah virus corona. Para pelaku pasar khawatir penyebaran virus corona dapat berdampak negatif pada permintaan minyak mentah China, yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia. Akibatnya, harga minyak mentah utama di pasar internasional selama bulan Januari 2020 mengalami penurunan.

Kondisi serupa juga terjadi pada harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP). Berdasarkan hasil perhitungan Formula ICP, rata-rata harga minyak mentah Indonesia bulan Januari 2020 tercatat sebesar US$ 65,38 per barel. Angka ini turun US$ 1,80 per barel dari US$ 67,18 per barel pada bulan Desember 2019.

“Penurunan harga ini juga diikuti oleh ICP SLC, yang turun US$ 1,84 per barel menjadi US$ 65,77 per barel, dari US$ 67,61 per barel pada bulan Desember 2019,” tulis Tim Harga Minyak Indonesia dalam laporannya yang didapatkan Petrominer, Senin (10/2).

Menurut Tim Harga Minyak Indonesia, China merupakan negara dengan konsumsi minyak sebesar 9 juta barel per hari pada tahun 2019 atau setara 90 peren produksi minyak mentah Arab Saudi. Penyebaran virus ini berdampak pada berbagai aspek, antara lain penurunan profit pariwisata, penurunan indeks pasar saham dan penurunan demand produk jet fuel karena dibatalkannya sejumlah penerbangan dari dan tujuan China.

Faktor lain yang menyebabkan penurunan harga minyak dunia adalah kesepakatan dagang Tahap 1 antara AS dan China dinilai para pelaku pasar tidak akan mendongkrak permintaan minyak mentah serta pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, Pemerintah AS berniat untuk tetap mengenakan tarif atas barang-barang produksi China hingga tercapai kesepakatan dagang Tahap 2.

“Selain itu, sentimen pasar minyak menilai tidak terdapat ancaman atas pasokan minyak mentah global seiring melemahnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan terus meningkatnya pasokan minyak mentah global dari shale oil AS dengan produksi mencapai rekor 13 juta barel per hari,” tulis laporan Tim Harga.

Penurunan harga minyak mentah dilaporkan juga disebabkan oleh laporan OPEC mengenai peningkatan suplai minyak mentah dari negara-negara Non OPEC yang mencapai 2,34 juta barel per hari di tahun 2020, menjadi 66,68 juta barel per hari. Pada tahun 2019, pasokan minyak Non OPEC sebesar 64,34 juta barel per hari.

Perkembangan harga minyak mentah dunia berdasarkan publikasi Platt’s periode 2018-2020.

Sementara itu, untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi China tahun 2020 yang diperkirakan mengalami penurunan 1 persen dibandingkan tahun 2019 (6 persen), namun berpotensi bertambah lemah 1 – 1,5 persen akibat serangan virus Corona yang terjadi.

“Harga minyak kian tertekan menyusul adanya planned maintenance di Kilang Marifu, Jepang yang berkapasitas 200 mbopd pada bulan Januari 2020. Kilang ini akan kembali beroperasi akhir Maret 2020,” jelas Tim Harga Minyak Indonesia.

Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Januari 2020, sebagai berikut:

  • Dated Brent turun US$ 3,52 per barel dari US$ 67,02 per barel menjadi US$ 63,50 per barel.
  • WTI (Nymex) turun US$ 2,27 per barel dari US$ 59,80 per barel menjadi US$ 57,53 per barel.
  • Basket OPEC turun US$ 1,08 per barel dari US$ 66,48 per barel menjadi US$ 65,40 per barel.
  • Brent (ICE) turun US$ 1,50 per barel dari US$ 65,17 per barel menjadi US$ 63,67 per barel.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here