Jakarta, Petrominer – PT Archi Indonesia Tbk (Archi) melaporkan kinerja cukup positif sepanjang tahun 2021. Ini ditandai dengan raihan laba bersih sebesar US$ 75,1 juta. Namun untuk tahun 2022 ini, kinerja keuangan dan produksi emas diperkirakan menurun karena adanya bencana alam pada awal Januari 2022 yang berdampak di salah satu lokasi tambang (pit).
Direktur Utama Archi Indonesia, Ken Crichton, menjelaskan Archi membukukan kinerja yang cukup positif tahun 2021, ditandai dengan laba bersih tahun berjalan sebesar US$ 75,1 juta. Jumlah ini menurun 39 persen dibandingkan tahun sebelumnya, karena adanya penurunan jumlah produksi emas sebesar 6 persen. Meski begitu, Archi mencatatkan realisasi belanja modal yang mendukung peningkatan kapasitas produksi, serta membukukan rasio utang terhadap ekuitas (DER) yang secara signifikan lebih baik.
“Secara keseluruhan, kami telah melakukan beberapa langkah positif selama tahun 2021, di mana kami berhasil membuka pit Alaskar yang baru, mengembangkan pit Araren tahap 5 serta meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan kami menjadi sebesar 4,0 juta ton per tahun,” ujar Ken dalam pernyataan tertulis yang diterima PETROMINER, Sabtu (2/4).
Menurutnya, pencapaian-pencapaian tersebut bukan tanpa tantangan, di mana selama sembilan bulan pertama Archi harus mengalami stripping ratio yang lebih tinggi akibat dari meningkatnya waste yang ditambang selama transisi pit Araren tahap 3 ke tahap 5 serta pembukaan pit Alaskar yang baru. Selain itu, ada sedikit penundaan utilisasi penuh dari alat scats crusher baru, serta penyesuaian peningkatan produksi oleh kontraktor penambangan yang baru seiring dengan tibanya tambahan mesin-mesin baru.
Beberapa peningkatan operasional “one-off” tersebut telah selesai dan mampu menghasilkan katalis yang positif terhadap operasi Archi. Volume produksi pada kuartal keempat naik menjadi 62 kilo ons, atau meningkat 42 persen dibandingkan dengan rata-rata produksi kuartalan pada kuartal-kuartal sebelumnya tahun 2021. Produksi emas tertinggi tercatat pada bulan Desember yang mencapai 29 kilo ons, meningkat 98 persen dibandingkan rata-rata produksi bulanan sebesar 15 kilo ons pada sembilan bulan pertama tahun 2021.
“Meskipun kinerja tahunan kami mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, kami percaya jika langkah-langkah strategis yang telah kami lakukan selama tahun 2021 akan mendukung pertumbuhan bisnis kami secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang,” ungkap Ken.
Bencana Alam
Untuk tahun 2022, dia memperkirakan produksi emas akan terdampak sekitar 25 persen dibandingkan jumlah produksi pada tahun 2021. Begitu pula dengan kinerja keuangan, bakal terdampak lebih jauh lagi. Ini merupakan buntut dari bencana alam yang terjadi pada awal Januari 2022.
Pada tanggal 2 Januari 2022, telah terjadi kejadian bencana alam yang berdampak di salah satu pit milik PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN). Bencana alam tersebut salah satunya mengakibatkan rusaknya dinding kerja tambang.
“Saat ini, perusahaan sedang dalam proses pemulihan atas pit yang terdampak dari kejadian tersebut dan akan mengoptimalkan kegiatan penambangan untuk tiga pit lainnya. Lebih lanjut, perusahaan telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menanggulangi dampak dari kejadian bencana alam tersebut serta memiliki polis asuransi yang cukup komprehensif sehubungan dengan kerusakan (damage) dan business Interruption,” jelas Ken.
Karena itulah, Archi berencana untuk berfokus pada beberapa rencana di tahun 2022 ini. Di antaranya, mengoptimalisasi penuh aktivitas penambangan di pit Toka, Kopra dan Alaskar yang baru, serta memastikan pit yang terdampak bencana untuk dapat beroperasi kembali sesuai jadwal.
Archi juga akan melanjutkan implementasi langkah-langkah strategis untuk efisiensi biaya, terutamanya biaya aktivitas penambangan dan pengolahan.
“Tidak hanya itu, kami akan memastikan keberlangsungan aktivitas eksplorasi di wilayah Koridor Barat serta identifikasi target-target brownfield dan greenfield lainnya yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya mineral dan cadangan bijih. Kami juga akan mengejar bisnis pemurnian (refinery) sebagai bagian dari visi menjadi perusahaan tambang emas yang terintegrasi,” paparnya.








Tinggalkan Balasan