, ,

Tantangan Melistriki Pulau Terdepan di Natuna

Posted by

Natuna, Petrominer – Kondisi geografis Kabupaten Natuna yang dipisahkan oleh laut tidak menjadi penghalang bagi PT PLN (Persero) untuk melistriki sedikitnya 8 pulau besar di wilayah itu. Upaya yang tidak mudah itupun menjadi tantangan tersendiri bagi PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau untuk membangun infrastruktur kelistrikan di wilayah Terluar, Tedepan dan Terpencil (3T).

Peralatan yang digunakan juga merupakan paduan antara teknologi canggih dengan peralatan tradisional. Itu dilakukan karena terbatasnya akses transportasi untuk mendatangkan lebih banyak peralatan.

Manager Sumber Daya Manusia (SDM) dan Umum PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau, Dwi Suryo Abdullah, memberi contoh upaya mendatangkan komponen infrastruktur kelistrikan yang menggunakan transportasi laut dan harus dilakukan secara estafet. Jika kapal pengangkut tidak bisa merapat ke daratan karena dermaga kurang memadai, komponen tersebut harus dipindahkan ke rakit kemudian baru dibawa ke daratan.

‎”Jadi drum dibuat rakit, kemudian ditarik karena tidak ada dermaga,” kata Dwi.

Begitu pula ketika mendatangkan mesin-mesin diesel pembangkit. Seperti diketahui, PLN baru saja menyelesaikan tantangan berupa pengangkutan 23 unit mesin diesel dari pabrikan yang ada di Jakarta dan Surabaya dengan kapal berukuran besar.

Setiba di lautan Natuna, kapal pengangkut dihadang dengan terjangan ombak hingga 4 sampai 7 meter. Namun menjelang tiba di pulau tujuan, kapal masih harus menunggu beberapa hari sampai air pasang, agar kapal pengangkut mesin dan material listrik yang lain bisa berlabuh di pinggiran pulau tujuan.

Tidak hanya itu, upaya pemindahan mesin dari kapal ke daratan juga dilakukan dengan keterbatasan fasilitas sandar yang ada serta jalan akses kurang memadai. Akibatnya, mesin pembangkit diesel dengan rata-rata berat 12 ton diangkut satu demi satu dari atas kapal melalui hamparan pasir pantai yang telah ditinggikan.

Menurut Direktur PLN Regional Sumatera, Wiluyo Kusdwiharto, PLN siap operasikan 23 mesin pembangkit listrik bertenaga diesel (PLTD) yang baru itu dengan total kapasitas 23.500 kilo Watt (kW) di 8 (delapan) pulau terdepan Indonesia.

Mesin-mesin diesel dengan kapasitas 500 kW dan 1.000 kW tersebut ditempatkan di Pulau Laut, Pulau Subi, Pulau Midai, Pulau Serasan, Pulau Sedanau, Pulau Tiga Sabang Mawang, Pulau Tiga Tanjung Kumbik, Pulau Natuna Selat Lampa, dan Klarik. Semua pulau tersebut masuk wilayah Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.

Wiluyo menjelaskan penempatan mesin pembangkit ini dapat menjadi modal kuat bagi pemerintah untuk menarik investor agar mau berinvestasi di Natuna dan pulau-pulau sekitarnya. Apalagi, ketersediaan listrik di 8 pulau tersebut sudah memiliki cadangan daya di atas 80 persen.

“Mesin-mesin yang siap operasi di penghujung tahun 2017 ini dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan taraf hidup juga mencerdaskan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau perbatasan dengan China, Kamboja, Filipina, Vietnam dan Malaysia,” ujarnya.

Upaya PLN dalam menambah pasokan listrik di Kabupaten Natuna ini merupakan wujud nyata kerja PLN Terangi Nusantara melalui terangnya cahaya listrik di 58 desa dari 76 desa yang ada. Dari 9 pulau yang telah menikmati listrik PLN, terdapat 6 pulau yang rasio desa berlistriknya sudah 100 persen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *