Penyalaan listrik PT Agincourt Resources sebagai pelanggan tegangan tinggi layanan premium platinum PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara.

Batangtoru, Petrominer – PT Agincourt Resources telah resmi mendapat pasokan daya listrik dari PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara untuk mendukung kegiatan operasional mengelola tambang emas Martabe. Penyalaan sambungan pasokan listrik ke Tambang Emas Martabe, sebagai pelanggan tegangan tinggi layanan premium platinum dengan total kapasitas 30,1 MVA, dilakukan Kamis (2/11).

Sementara penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listik (SPJBTL) antara Agincourt Resources dan PLN Wilayah Sumut baru dilakukan di Medan, Jum’at (3/11). Kontrak itu ditandatangani oleh Deputy President Director Agincourt Resources Linda Siahaan dan GM PLN Wilayah Sumut Feby Joko Priharto.

Linda Siahaan menyatakan, pasokan listrik dari PLN akan memastikan penghematan biaya pemakaian energi di Tambang Emas Martabe sekitar US$ 4-5 juta per tahun. Ini menjadi salah satu program efisiensi dan optimalisasi kegiatan produksi yang cukup signifikan bagi Tambang Emas Martabe, yang dilakukan melalui Martabe Improvement Program.

Dia juga mengungkapkan bahwa proses penyambungan pasokan listrik dari PLN untuk operasional Tambang Emas Martabe telah dilakukan sejak tahun 2009, dengan menandatangani kontrak SPJBTL antara Agincourt Resources dengan PLN Wilayah Sumut.

Deputi Presiden Direktur PT Agincourt Resources Linda Siahaan, Direktur Agincourt Resources Washington Tambunan bersama General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Feby Joko Priharto usai menandatangani Amandemen SPJBTL Pelanggan Layanan Premium Platinum di Medan, Jum’at (3/11).

Saat itu, penyambungan pasokan listrik dari PLN ditargetkan dimulai pada 2010. Namun molor akibat resesi dan defisitnya kondisi kelistrikan di regional Sumut. Tambang Emas Martabe lantas menggunakan pihak ketiga (kontraktor penyuplai listrik melalui mesin genset) untuk memenuhi kebutuhan energinya, sejak awal beroperasi pada tahun 2012.

Meski demikian, Tambang Emas Martabe tetap membangun proyek fasilitas infrastruktur jaringan listrik 150 KV serta fasilitas penerima dan penyulang daya listrik (Gardu Induk) yang berhasil diselesaikan pada tahun 2012.

Namun, hingga mulai produksi emas perdana pada tahun 2012, kondisi kelistrikan masih defisit, sehingga PLN pun belum bisa melakukan penyambungan pasokan listrik bagi Tambang Emas Martabe.

Kini, kondisi kelistrikan di Sumatera Utara sudah jauh lebih baik, bahkan PLN memiliki cadangan daya sekitar 20 persen setelah beroperasinya pembangkit-pembangkit listrik baru yang sudah masuk dalam sistem kelistrikan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) serta revitalisasi pembangkit-pembangkit yang sudah ada.

Menurut Senior Manager Corporate Communications Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, momentum ini kemudian digunakan perusahaan untuk kembali meminta komitmen PLN di mana Tambang Emas Martabe sebagai pelanggan tegangan tinggi yang diprioritaskan. Apalagi, Tambang Emas Martabe sudah menyelesaikan biaya administrasi penyambungan (BP) sejak tahun 2009 sampai 2010. Kini, Tambang Emas Martabe termasuk tipe pelanggan istimewa dengan tarif premium platinum.

Dengan menjadi pelanggan platinum premium, Tambang Emas Martabe akan mendapatkan layanan khusus dari PLN yaitu tingkat kehandalan tinggi dan tidak akan mengalami gangguan dalam proses produksi. Selain itu, pembangkit listrik sendiri yang dimiliki oleh Tambang Emas Martabe akan bisa sinkron dengan PLN.

Selain itu, penggunaan daya listrik Tambang Emas Martabe juga memberikan potensi pemasukan pendapatan daerah Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan melalui Pajak Penerangan Jalan yakni 10 persen dari total nilai pemakaian. Per bulan, rata-rata total nilai penggunaan listrik Tambang Emas Martabe mencapai Rp10 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here