Lokasi sumur pengembangan Mudi-26 di Desa Rahayu, Kecamatan Soka, Tuban, Jawa Timur.

Tuban, Petrominer – Pertamina Hulu Energi Tuban East Java (PHE-TEJ) telah memulai pengeboran sumur pengembangan sumur Mudi-26, Tuban, Jawa Timur. Ini merupakan wujud komitmen Pertamina untuk terus berkontribusi dalam membangun ketahanan energi migas nasional meski pada masa pandemi Covid-19.

Proses peresmian pengeboran sumur pengembangan Mudi-26 dilakukan, Rabu (15/7) lalu, secara daring (online) di beberapa titik poin sesuai protokol Covid-19. Proses ini melibatkan kantor pusat PHE-TEJ di Jakarta, lokasi sumur di Desa Rahayu Kecamatan Soko, dan Pemerintah Kabupaten Tuban.

“Kegiatan pengeboran sumur ini merupakan langkah mitigasi penurunan produksi dalam menambah cadangan minyak dan gas bumi negeri,” ujar Direktur Pengembangan dan Produksi PHE, Taufik Aditiyawarman, dalam virtual seremoni itu.

Taufik menjelaskan, kegiatan pengeboran sumur ini dilakukan dengan target kedalaman 9.604 ftMD atau 8.561 ftTVD. Total waktu operasional pengeboran selama 36 hari, dengan rincian 28 hari pengeboran (dry hole basis) dan 8 hari masa produksi (completion basis).

Sebagai bentuk sinergi antar anak perusahaan BUMN, PHE-TEJ menggandeng PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI), anak usaha Pertamina di sektor jasa pengeboran, dalam melaksanakan kegiatan pengeboran sumur tersebut.

General Manager PHE-TEJ, Darwin Tangkalalo, menambahkan bahwa kegiatan pengeboran sumur ini diproyeksi dapat menghasilkan sumber daya migas dengan target 210 barrel oil per day (BOPD) sampai masa akhir kontrak di tahun 2038.

Di akhir acara seremoni tersebut, dilakukan doa bersama masyarakat dan aparat pemerintah setempat bersama management PHE-TEJ untuk kelancaran dan kesuksesan kegiatan ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here