Tangerang, Petrominer — PT PLN (Persero) secara resmi telah mengoperasikan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) 500 kV Suralaya-Balaraja. Saluran transmisi ini merupakan tambahan dua sirkit dari tiga sirkit transmisi yang sudah ada. Kelima sirkit saluran transmisi itu berfungsi menyalurkan daya dari pusat-pusat pembangkit listrik di Suralaya menuju pusat beban di Jakarta dan kawasan-kawasan industri di Banten.
Peresmian beroperasinya SUTET 500 kV Suralaya-Balaraja ini secara simbolis dilakukan dengan penutupan ‘circuit breaker’ di GITET Balaraja oleh Direktur Regional Jawa Bagian Barat, Murtaqi Syamsuddin dan Direktur Regional Jawa Bagian Tengah, Nasri Sebayang, Kamis (10/11). Penutuan ‘circuit breaker’ ini juga menandai ‘energizing’ atau pengoperasian dua sirkit tambahan SUTET dari Suralaya ke Balaraja.
Murtaqi mengatakan, tambahan dua sirkit transmisi ini sangat penting bagi kelistrikan Jawa-Bali. Ini akan memperkuat tulang punggung jaringan sistim Jawa-Bali karena akan memperbaiki keandalan penyaluran listrik dari pusat pembangkit Suralaya yang saat ini berkapasitas total 4000 MW.
“Dua sisrkit transmisi ini juga akan meningkatkan kapasitas penyaluran dari pembangkit-pembangkit besar di kawasan Suralaya ke kawasan Jakarta hingga mencapai 5500 MW,” jelasnya.
Dua sirkit saluran ini melalui rute sepanjang 68 KM. Jumlah tower penyangga jaringan sebanyak 172 unit. Semuanya berada di Provinsi Banten. Total biaya yang dikeluarkan PLN untuk membangun ruas transmisi ini mencapai Rp 514 miliar, sepenuhnya didanai dengan Anggaran Internal PLN. Pembangunan saluran transmisi ini sepenuhnya dilaksanakan oleh kontraktor-kontraktor nasional.
Pembangunan saluran transmisi ini sudah dirintis sejak tahun 2008 dan baru bisa diselesaikan pada hari ini. Murtaqi menjelaskan, pembebasan lahan, pembebasan jalur serta pesoalan teknis dan sosial dalam masa konstruksi, telah membuat pembangunan SUTET ini memerlukan waktu yang cukup lama. ‘Tetapi akhirnya toh bisa diselesaikan’ katanya. Pembangunan infrastruktur transmisi memang perlu waktu dan banyak tantangan. Karena itu dukungan semua pihak bagi sangat diperlukan oleh PLN.
Menurut Murtaqi, dua sirkit SUTET Suralaya-Balaraja tambahan ini nanti akan berfungsi sebagai saluran untuk evakuasi daya dari Pembangkit IPP sebesar 600 MW, yang dikembangkan oleh PT Listrik Banten Energi. Pembangkit ini akan beroperasi pada awal tahun 2017, dan akan menjadi PLTU besar program 35.000 MW yang pertama beroperasi.
Selanjutnya, untuk dapat menyalurkan daya dari IPP Jawa-7 2000 MW dan Jawa-5 2000 MW, PLN harus membangun lagi tambahan 2 sirkit SUTET yang akan ditarik dari Suralaya menelusuri pantai utara Jawa kearah Lontar dan diteruskan ke Jakarta. Tersambung dengan Looping SUTET 500 kV Jakarta yang sekarang ini sedang dimulai pembangunannya.








Tinggalkan Balasan