Rig pemboran di sumur eksplorasi Puspa 03 atau PPA-003, yang berlokasi di Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi.

Jakarta, Petrominer — PT Pertamina (Persero) memproyeksikan produksi minyak dan gas bumi tahun 2016 ini bisa mencapai 656 ribu barel setara minyak per hari (boepd). Target ini diyakini bisa dicapai karena disokong oleh pertumbuhan produksi di dalam dan luar negeri.

“Proyeksi produksi migas Pertamina tersebut 8,1% tumbuhnya dibandingkan realisasi produksi tahun 2015, yang mencapai 606,7 ribu boepd,” ujar Direktur Hulu Pertamina, Syamsu Alam, di sela-sela kunjungan kerjanya ke Sumur Tapen 2, Pertamina EP dan Banyu Urip, Pertamina EP Cepu, Sabtu (23/7).

Syamsu Alam mengungkapkan produksi minyak Pertamina tahun ini diperkirakan naik 12,5% menjadi 313 ribu bph. Sedangkan realisasi produksi minyak tahun lalu sebanyak 278 ribu bph. Adapun, produksi gas akan naik sekitar 5%, dari sebelumnya 1,90 miliar standar kaki kubik per hari (bscfd) menjadi 1,99 bscfd.

“Dengan proyeksi kenaikan tersebut, sejalan dengan target pertumbuhan produksi tahunan sesuai aspirasi Pertamina hingga 2025 yang ditargetkan sebesar 8% per tahun,” jelasnya.

Dia mengaku sangat optimistik produksi migas Pertamina akan terus tumbuh sebagai bukti konkret komitmen perseroan untuk menjadi tulang punggung bagi ketahanan energi nasional baik yang bersumber dari aset-aset eksisting maupun aset-aset baru dari kegiatan anorganik (M&A dan terminasi).

Menurut Syamsu Alam, peningkatan produksi terjadi pada aset-aset di dalam dan luar negeri. Dari dalam negeri pertumbuhan mencapai 9,4% dibandingkan dengan tahun lalu, yaitu dari semula 492,5 ribu boepd menjadi 539 ribu boepd, utamanya disokong oleh naiknya produksi Banyu Urip yang tahun ini bagian produksi Pertamina akan mencapai sekitar 75 ribu boepd. Produksi dari luar negeri naik sekitar 3% atau menjadi 117 ribu boepd.

“Untuk semester kedua ini tambahan produksi juga diharapkan bersumber dari Proyek Pengembangan Gas Matindok sekitar 50 mmscfd. Untuk luar negeri, tambahan minyak diharapkan dari Aljazair setelah melakukan penambahan fasilitas produksi, serta Irak yang sukses melakukan water injection, serta potensi dari aktivitas merger dan akuisisi. Jika berjalan lancar, kemungkinan produksi akan lebih tinggi lagi,” ungkapnya.

Sebelumnya, disampaikan produksi migas selama periode Januari-Juni 2016, produksi minyak Pertamina mencapai 305 ribu barel per hari (bph). Level produksi tersebut naik 11,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 274 ribu bph.

Adapun, produksi gas pada periode tersebut mencapai 1.938 mmscfd atau naik 15,8% dibandingkan dengan posisi tahun lalu. Pada semester I 2016, produksi gas Pertamina sebanyak 1.710 mmscfd.

Dengan peningkatan produksi minyak dan gas tersebut, secara konsolidasi produksi migas Pertamina selama semester I 2016 naik 12,5% dibandingkan dengan tahun lalu. Semester I tahun ini kami memproduksikan migas sebanyak 640 ribu boepd, sedangkan tahun lalu 569 ribu boepd.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here