
Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) mencatatkan pendapatan ebesar Rp 582,68 triliun di tahun 2025, tumbuh 6,84 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 545,38 triliun. Capaian ini diraih di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global serta bencana alam yang berlangsung di tahun 2025.
Menurut Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, kinerja positif tersebut didorong oleh pertumbuhan penjualan tenaga listrik serta percepatan penyambungan pelanggan di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses energi yang lebih merata.
“Capaian ini merupakan wujud keberhasilan Pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan energi nasional di tengah dinamika global. Stabilitas ini menjadi fondasi penting bagi PLN untuk terus menjaga kinerja perusahaan sekaligus memastikan kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha terpenuhi secara andal,” ujar Darmawan, Rabu (20/5).
Dia menyampaikan bahwa kinerja positif PLN pada tahun 2025 tidak terlepas dari keberhasilan Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Keuangan dan Danantara Indonesia dalam menjaga daya tahan ekonomi dan energi nasional di tengah tekanan global. Kondisi tersebut turut mendorong aktivitas masyarakat dan dunia usaha tetap tumbuh, sehingga kebutuhan listrik nasional terus meningkat.
Sepanjang tahun 2025, penjualan tenaga listrik PLN tercatat mencapai 317,69 Terawatt hour (TWh), naik 3,75 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 306,21 TWh. Sementara dari sisi pertumbuhan daya tersambung pelanggan tercatat mencapai 192.621 Megavolt Ampere (MVA), tumbuh 5,82 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 182.026 MVA.
Selain itu, penyambungan pelanggan juga turut mengalami pertumbuhan signifikan. Jumlah pelanggan PLN bertambah 3,3 juta menjadi 96,2 juta pelanggan di tahun 2025. Sehingga, pendapatan penyambungan pelanggan pada tahun 2025 mencapai Rp 2,24 triliun, meningkat 28,4 persen dibandingkan tahun 2024.
Peningkatan penyambungan pelanggan ini menjadi indikator tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha, sekaligus mencerminkan semakin luasnya akses masyarakat terhadap energi listrik. Pertumbuhan tersebut tidak hanya didorong dari penyambungan reguler, tetapi juga diperkuat melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian ESDM yang menjangkau masyarakat sampai pelosok.
Lebih lanjut, Darmawan menambahkan, dengan capaian tersebut, kinerja keuangan PLN tetap terjaga solid dengan total laba bersih Rp 7,26 triliun, di tengah dinamika ekonomi yang memengaruhi pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap kurs. Capaian ini diraih meskipun PLN menghadapi tekanan rugi selisih kurs sebesar Rp 12,46 triliun akibat volatilitas nilai tukar global.
“PLN berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi perusahaan, meningkatkan kualitas layanan, serta memperluas akses listrik untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya.








