
Palembang, Petrominer — Sumur pengembangan BNG-084 di Struktur Benuang, Field Adera, Sumatera Selatan, mencatat laju alir minyak 475,2 barel per hari (BOPD) dan gas 10,6 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) dalam uji produksi sementara. Hasil tersebut mencapai sekitar 2,6 kali target awal produksi minyak sebesar 182 BOPD atau sekitar 161 persen di atas target.
Sumur yang dikembangkan Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 tersebut dibor secara berarah (directional drilling) menggunakan Rig PDSI #43.3/AB1500-E. Pengeboran dimulai pada 25 Agustus 2026 dan mencapai kedalaman akhir 2.556 meter kedalaman terukur (mMD) atau 2.522,93 meter kedalaman vertikal sebenarnya (mTVD).
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan bahwa uji produksi sementara dilakukan pada 21 Oktober 2026 menggunakan metode dual string completion. Pengujian pada lapisan TAF-L1 di kedalaman 1.819–1.821 mMD menunjukkan aliran minyak dan gas secara alami (natural open flow).
“Alhamdulilah, PT Pertamina EP Asset 2 (PT PHR Zona 4) telah melakukan tajak lokasi pengeboran lokasi BNG-D18 (BNG Batch Drilling) menjadi sumur pengembangan BNG-084 pada 25 Agustus 2026 dan per tanggal 21 Oktober 2026 telah berhasil melakukan uji produksi menggunakan metode dual string completion,” ujar Djoko dalam laporannya kepada Menteri ESDM, Kamis (22/10).
Dia menjelaskan, pengeboran hingga uji produksi tersebut memerlukan waktu 46 hari, lebih cepat dua hari dari program yang ditetapkan selama 48 hari.
Dari aspek keselamatan, operasi Sumur BNG-084 mencatat 67.284 jam kerja selamat (safe man hours) sejak awal pengeboran. Sementara itu, estimasi biaya yang telah dikeluarkan mencapai US$6.705.146,43 atau 83,67 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang disetujui.
Keberhasilan uji produksi ini diharapkan dapat menambah pasokan minyak dan gas dari wilayah kerja PHR Zona 4. Namun, hasil uji produksi sementara tersebut belum dengan sendirinya menggambarkan tingkat produksi berkelanjutan sumur dalam jangka panjang.








Tinggalkan Balasan